"Selama ini kita tahukan, Golkar kebanyakan pemilihnya berasal dari pemilih tradisional. Kita harus banyak rekrut kader muda untuk juga menjaring pemilih muda," ujar Mahyudin di Hotel Rattan, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Sabtu (13/2/2016).
Selain merekrut kader-kader muda sebagai bentuk peremajaan partai, Mahyudin juga memiliki visi untuk menyatukan faksi-faksi partai golkar yang terpecah. Ia meyakini, Golkar harus bersatu untuk mengembalikan kejayaan yang sempat redup saat pilkada serentak 2015 kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pencalonan dirinya ini, Mahyudin menargetkan minimal 50% suara dari pemilik suara partai Golkar dari semua tingkat. Mahyudin siap mengadakan silaturahmi sambil memaparkan visi-misi ke berbagai wilayah, khususnya ke wilayah-wilayah yang selama ini menjadi lumbung suara Golkar.
"Kita tidak ingin terjebak dengan adanya keterangan tertulis. Harus 50% dari total pemilih. Golkar lumbung suaranya Sulawesi, Kaltara, NTB, Kalsel, Kalteng, Sumsel. Kita optimis mereka bisa membantu," tutur dia.
Mahyudin mengaku, ia akan segera membentuk tim pemenangan satu minggu setelah deklarasi resmi pencalonannya hari ini. Ia pun mengaku sudah mendapatkan dukungan dari Aburizal Bakrie sebagai pimpinan Golkar terdahulu.
"ARB merestui semua calon yang ingin maju. Yang penting kata beliau, siapapun yang menang dalam munas nanti bisa menyatukan Golkar," tutup dia. (imk/imk)











































