Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan Menkum HAM Yassona H. Laoly hadir di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Sabtu (13/2/2016). Mereka diberi kesempatan untuk bicara soal pengembangan Danau Toba.
Danau Toba menjadi satu di antara 10 destinasi wisata yang akan dikembangkan seperti Bali. Hal ini dimaksudkan penambahan pendapatan baik daerah maupun nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, lanjut Darmin, hasil pertambangan dan perkebunan ada siklusnya. Pada 2-3 tahun terakhir, ada siklus menurun yang dialami Indonesia pada sektor tersebut.
"Dalam situasi ekonomi yang sangat melambat ini, kita perlu pariwisata untuk menghasilkan devisa. Selain kita punya perikanan dan lautan," ujar Darmin.
Danau Toba sendiri menurut Darmin selain memiliki keindahan juga memiliki sejarah yang hebat. "Danau Toba bukan hanya indah, tapi sejarahnya hebat. Bahwa pernah pada saatnya Danau Toba merubah dunia ini karena ledakannya, konon, debu Danau Toba itu ditemukan di India dan sebagainya," imbuhnya.
Rencana pengembangan Kawasan Danau Toba ini juga disambut positif oleh Menko Polhukam Luhut B. Pandjaitan. Sejalan dengan program pemerintah dalam pemberian dana pengembangan desa, diharapkan kepala daerah dapat menyerap dengan baik untuk pengembangan daerah.
"Kita harus memberitahu kepala desa untuk bisa memanfaatkan dana tersebut untuk perkembangan desa. Ini diberikan pemerintah selama 5 tahun ke depan. Dana yang cukup besar ini gunakan dengan baik, jangan untuk kawin lagi," ucap Luhut.
Dia melanjutkan bahwa sektor infrastruktur untuk Kawasan Danau Toba akan selesai tahun ini. Ia berharap rencana ini dapat mendongkrak jumlah wisatawan yang datang.
"Saya sudah bicara dengan Menteri PU - PERA bahwa untuk memperbagus lingkaran Kawasan Danau Toba. Saya berharap tahun 2025 akan selesai Kawasan Strategis Danau Toba," ucapnya. (imk/imk)










































