detikcom berkesempatan mengikuti misi pelayanan kesehatan KRI dr. Soeharso ke enam pulau terdepan Indonesia sejak Kamis (4/2). Pulau Leti merupakan pulau ke tiga yang berhasil disambangi kapal rumah sakit terapung ini, di Pulau tersebut dokter dan tenaga medis gabungan TNI darat, laut dan udara tersebut melakukan pengobatan kepada masyarakat setempat.
Salah satu pasien yang ditolong adalah seorang anak yang mengalami bibir sumbing. Anak itu didata sebelum melakukan operasi bedah minor. Ditemani ayahnya, anak itu tampak bersabar menunggu namanya dipanggil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berbincang, ayah Evans, Yosep menyampaikan keinginan anaknya yang ingin menjadi dokter ketika dewasa nanti. Yosep juga bercerita soal pengobatan untuk anaknya, dia sudah menunggu cukup lama demi mengumpulkan uang untuk biaya operasi anaknya ke Rumah sakit terdekat di Kupang atau Timor Leste.
"Bersyukur saya, puji tuhan ada dokter-dokter dari TNI mau datang kesini. Jadi saya tidak harus jauh-jauh pergi ke Timor. Karena di sini tidak ada dokter bedah yang ada hanya bidan di puskesmas saja," cerita Yosep.
Tak beberapa lama, nama Evans dipanggil oleh tim medis TNI untuk dibawa ke kapal Rumah Sakit dr. Soeharso untuk dilakukan prosedur bedah minor. Usai operasi detikcom mencoba menemui lagi Evans dan ayahnya yang berada di ruang perawatan KRI dr. Soeharso.
Evans yang sudah dioperasi tampak tersenyum sembari sedikit menahan sakit pasca operasi. Bibirnya tak lagi sumbing seperti sebelumnya, sisa-sisa air mata pun masih tampak terlihat di mata Evans dan ayahnya.
"Evans mau jadi dokter bedah buat teman-teman di pulau nanti kalau sudah besar," ucapnya lirih.
Evans merupakan salah satu warga pulau Leti yang mendapat pelayanan kesehatan TNI dalam rangka pelayran bakti sosial kesehatan KRI dr. Soeharso di enam pulau terluar Indonesia. Dansatgas Mayjen TNI Ben Rimba mengatakatan pelayanan kesehatan berhasil dengan baik dan animo masyarakat cukup tinggi dalam menerima bantuan kesehatan.
"Dalam pelayanan kesehatan ini TNI telah menjalankan tugasnya dengan baik, animo masyarakat juga tinggi. Harapan kedepannya akan dilakukannya lagi operasi seperti ini karena masih banyak masyarakat yang tersebar di pulau-pulau lainnya yang belum terjangkau," papar Ben Rimba saat ditemui di lokasi. (adit/dra)










































