"Tolong bantuan untuk pinggir aliran ini cepat dibangun oleh pemerintah. Karena sebelumnya warga dengan swadaya yang membangun tanggul," ungkap Bambang, warga RT 05/06, Ciganjur, saat berbincang dengan detikcom di lokasi tergenangnya air, Jumat (12/2/2016) malam.
Menurut Bambang, genangan air mulai datang pada Jumat (12/2) siang setelah hujan turun. Kedalaman genangan air pun bervariasi di tiap rumah, mulai dari 20 hingga 40 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lubernya aliran pecahan Kali Setu yang menyebabkan terendamnya permukiman bukan baru kali itu saja terjadi. Namun sebelumnya, kata Bambang, tidak separah pada hari Jumat (12/2) ini.
"Kemarin juga sempat luber. Tapi nggak setinggi ini dan nggak selama ini menggenangnya. Kalau kemarin 17.30 sudah surut. Nah, kalo sekarang ini lebih parah," ucapnya.
Dari informasi yang didapat Bambang, setidaknya ada 80 rumah warga yang tergenang air akibat luapan tersebut. Hingga malam hari, genangan air belum juga turun.
Sebelumnya Kepala Kantor Penanggulangan Bencana Kota Jaksel, Danang Susanto menyebut pihaknya telah meminta bantuan Damkar Jagakarsa untuk mengirimkan bantuan pompa untuk menyedot air. Warga yang rumahnya terendam pun menurutnya belum perlu diungsikan.
"Sebanyak dua mobil saya minta dari Damkar Jagakarsa nanti untuk melakukan penyedotan. Air akan dibuang ke Kali Krukut agar yang di sini surut," ujar Danang, Jumat (12/2).
"Tidak ada pengungsian. Karena nanti Damkar akan menyedot airnya agar lekas surut," pungkasnya. (elz/Hbb)











































