Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menuturkan latar belakang pekerjaan yang berbeda sebelum duduk di kursi komisioner, membuat kelima pimpinan harus saling beradaptasi. Baginya, kekompakan jadi kata kunci.
Komisioner sebut Syarif tak mau berbeda gerak langkah saat memimpin KPK. Solidnya KPK memang harus dibangun kembali dari awal karena KPK pada kepemimpinan sebelumnya didera masalah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Syarif yang bertamu bersama wakil ketua KPK Alexander Marwata, mengatakan kekompakan pimpinan harus dijaga. Salah satu caranya dengan menandatangani berkas bersama-sama. Ini dilakukan agar kelima komisioner paham betul tugas penindakan dan pencegahan yang tengah dikerjakan.
"Misal ketika tanda tangan. Karena kan kolektif kolegial, setiap surat yang harus ditandatangani sehingga caranya supaya terjaga kami kerjakan di satu tempat. Dari pada dari satu meja yang lain ke meja yang lain," ucap Syarif.
Menurut Syarif, cara tersebut efektif apabila nantinya dari salah satu pimpinan memiliki ketidaksepahaman sehingga dapat langsung diutarakan. Memang untuk di KPK sendiri, asas kolektif kolegial selalu dijunjung sehingga keputusan terhadap suatu masalah merupakan rembugan dari kelima pimpinan.
Dia bercerita soal sikap skeptis pihak luar atas kepemimpinan KPK saat ini. Banyak yang menduga KPK akan berubah arah dengan memprioritaskan upaya pencegahan dibanding penindakan.
"Pada waktu kami masuk banyak yang juga skeptis, orang-orang ini dari mana sih? Pernah ngerjain anti korupsi ga sih? Ini kayaknya KPK mau diubah jadi komisi pencegahan korupsi. Tapi kami berlima sepakat penindakan dan pencegahan nggak bisa dipisahkan, harus consolidated. Ada satu masalah perlu didahulukan pencegahannya, ada satu masalah yang perlu dilakukan penindakan misalnya operasi tangkap tangan," tutur Syarif. (dha/fdn)











































