"Memang tidak bisa dipungkiri saya pengusaha. Ayah saya orang Sulawesi, ibu saya Jawa-Sunda. Saya lahir di Sumatera besar di Jakarta. Pada tahun 1997 setelah saya di PHK saya jadi pengusaha. Saya bagian dari elite, tapi saya understand sekali tentang concern economy masyarakat bawah," kata Sandiaga saat berkunjung ke kantor redaksi detikcom, Jumat (12/2/2016).
Sandiaga memang lebih banyak berbicara mengenai program ekonomi kerakyatan yang akan diterapkan jika ia terpilih jadi gubernur DKI. Program itu yang dia tawarkan kepada masyarakat DKI dan diharapkan bisa menggeliatkan kehidupan masyarakat bawah. Soal itu memang dia lihai, dia yang pertama kali bicara soal UMKM di Kadin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena berkomitmen tampil apa adanya, Sandiaga tak ingin menjadi orang lain. Dia akan hadir sebagai seorang elite yang akan berusaha mendengar dan menjawab aspirasi masyarakat kecil.
"Kalau Pak Jokowi memposisikan diri sebagai bagian dari masyarakat kecil. Saya hadir sebagai orang yang sangat mengerti, seperti Michael Bloomberg yang menerapkan di New York menawarkan hal yang sama. Michael Bloomberg bilang saya bagian dari elite, jangan salahkan saya memiliki semua ini, karena saya kerja keras, tapi saya terpanggil untuk pengabdian. Itu juga yang saya lakukan saat ini, pengabdian," kata Sandiaga.
"Karena saya mengerti apa yang diinginkan, saya akan pakai terobosan yang sama, mengisi kelas menengah kita yang sekarang keropos. Kesenjangan kita sangat tinggi, kesenjangan Jakarta sudah memasuki tahap mengkhawatirkan," imbuh Sandiaga yang sore ini mengenakan kemeja putih empat kantong khas Gerindra ini.
Jadi Sandiaga akan tampil apa adanya saat blusukan ke masyarakat Jakarta nanti?
"Ya saya tampil apa adanya, tidak ada pencitraan," jawab Sandiaga sembari tersenyum.
(van/tor)











































