"Munas kali ini menentukan masa depan Golkar karena munas ini akan diikuti oleh lapis generasi baru di kepemimpinan yang baru nanti. Sehingga terjadi proses regenerasi yang hebat," kata Ketua DPP Golkar Munas Riau, Priyo Budi Santoso, kepada detikcom, Jumat (12/2/2016).
Priyo mengacungi jempol Aburizal Bakrie dan Agung Laksono yang memutuskan tak maju kembali. Hal itu juga semakin menyejukkan langkah penyatuan Golkar lewat mekanisme munas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga apresiasi senior Golkar seperti Pak JK, Pak Akbar, dan semua pihak yang menginisiasi terjadinya munas yang diselenggarakan dalam waktu dekat ini," imbuh eks Wakil Ketua DPR ini.
Priyo kemudian memaparkan waktu pelaksanaan munas yang sempat diisukan akan berlangsung bulan Maret. "Munas akan diselenggarakan di Jakarta pada awal bulan April, mungkin minggu kedua atau ketiga. Saya mengajak semua kita untuk mengedepankan persatuan dan kita sekarang menghadapi proses yang paling menentukan masa depan Golkar ialah ikhtiar untuk menyatukan kembali puing-puing Golkar yang sempat terjadi perseteruan yang mengancam sendi-sendi kesolidan partai Golkar," ingat Priyo yang kini aktif sebagai Wakil Ketua Umum ICMI ini.
"Munas ini adalah memilih pemimpin baru dan dia harus diyakini menjadi figur yang bisa menyatukan semua elemen untuk mempersatukan dan menatap masa depan Partai Golkar sebagai partai besar di negeri ini. Saya mengajak semua elemen untuk bersopan santun, mestinya mengedepankan sopan santun dan tata krama dan perdebatan dengan cara-cara yang sehat," pungkas Priyo yang juga salah satu caketum Golkar ini.
(van/nrl)











































