"Kita sudah kerjasama teroris dengan berbagai negara, Amerika, ASEAN dan Australia. Presiden kasih greenlight ke saya untuk organisir pertemuan internasional. (Yang diundang) Australia, Inggris, Amerika, soal counter-terrorism, dideklarasikan 1-2 bulan ini," ujar Luhut menjawab pertanyaan wartawan dalam acara Coffee Morning di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).
Luhut tidak ingin Indonesia seperti Timur Tengah (Timteng) dalam kasus terorisme. Luhut menyebut kelompok teroris di Timteng mencoba mengekspor pemimpinnya ke Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk kasus terorisme di Jl Thamrin pada (14/1/2016) Luhut menyatakan pemerintah memiliki strategi berlapis dalam penyelesaiannya. Luhut bahkan mengerahkan Kopassus dan Detasemen Jaka Mengkara (Denjaka).
"Kita tak mau kayak Paris dan Mumbai. Kita tunggu tidak ada korban, kalau tidak tunggu juga ada korban. Jadi tidak dicover dulu oleh media, tapi dicover aparat keamanan, kalau dicover media kayak sinetron," ucap Luhut.
Penanganan terorime di Jalan Thamrin terbilang cepat. Hanya sekitar 5 jam teroris dapat dilumpuhkan dan dikuak jaringannya.
(nwy/nrl)










































