Ini Penjelasan Menhan Soal Investigasi Jatuhnya Super Tucano

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Jumat, 12 Feb 2016 12:53 WIB
Menhan Ryamizard Ryacudu (Foto: Lamhot Aritonang/detikFoto)
Jakarta - Pesawat Super Tucano milik TNI AU jatuh di permukiman warga di Malang, Jawa Timur. Saat ini penyelidikan masih terus dilakukan terkait jatuhnya pesawat tersebut.

Menurut Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, butuh waktu berbulan-bulan untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat tersebut. Dalam penyelidikan nanti diharapkan produsen pesawat Super Tacano ikut hadir.

"Penyebab jatuhnya belum ketahuan. Itu (investigasi) lama, berbulan-bulan. Kita lihat dulu apa masalahnya, mesinnya atau orangnya. Hasil pemeriksaan kita lihat," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).

"Apakah itu (penyebab Super Tucano jatuh) dari faktor cuaca, orang atau mesinnya. Kalau mesin kita pertanyakan. Orang yang di pabrik kita harapkan datang," lanjutnya.

(Baca juga: Ini Aspek yang Dilihat Selama Investigasi Penyebab Jatuhnya Super Tucano)

Pesawat Super Tucano jatuh di jalan LA Sucipto, Blimbing, Malang, Jawa Timur (M Aminudin)

Ryamizard juga menjelaskan soal proses penyelidikan jatuhnya pesawat ini. "Ada yang terbuka dan tertutup karena rahasia negara. Untuk masalah alutsista, pertahanan nasional," ucap Ryamizard.

Indonesia sebelumnya memesan pesawat Super Tucano dari perusahaan asal Brasil, Embraer Defence System. Dari 16 unit pesawat yang dipesan, sudah 12 unit yang sudah dikirim ke tanah air. (yds/hri)