Sedangkan di Asia Tenggara yang masuk dalam organisasi bernama ASEAN, masyarakatnya memeluk agama yang berbeda-beda. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Pertahanan dengan Organisasi Kemasyarakatan Dalam Kesadaran Bela Negara.
"Kita adalah negara bersahabat. Di utara kita, kita bersahabat. Waktu negara itu terbentuk kita sudah berjanji kalau misalkan ada permasalahan kita selesaikan dengan baik. 46 tahun kita hidup bersama. Timur Tengah harus contoh dan belajar dari ASEAN dan Indonesia," kata Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Kementerian Pertahanan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (12/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ryamizard juga menjelaskan bahwa bila Menteri Pertahanan dari negara lain selalu berpikiran satu yaitu menyiapkan alat perang yaitu alutsista. Namun dirinya tak seperti itu.
"Kalau saya tidak. Melihat dulu kita mau perang sama siapa? Kalau kita mau perang berarti kita gak mau damai. Kalau kita terusik baru kita melawan," ucap Ryamizard.
Jadi Ryamizard menegaskan pembelian alutsista itu harus diarahkan ke hal-hal yang nyata. Contohnya seperti teroris, separatis dan pemberontakan bersenjata.
"Kita ini menakutkan loh kalau kita bersatu. Maka dari itu, Bela Negara ini menggegerkan loh," tutupnya.
Hadir dalam acara Penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian Pertahanan dengan Organisasi Kemasyarakatan Dalam Kesadaran Bela Negara antara lain Dharma Wanita Persatuan, Komite Nasional Pemuda Indonesia, BP Silaturahmi Nasional Raja-Sultan Nusantara Indonesia. Ada pula Senkom Mitra Polri, Laskar Merah Putih, Ikatan Kebangsaan dan Bela Negara RI, Lembaga Indonesia Cerdas, Barisan Patriot Bela Negara, Bandung Karate Club, Garda Tipikor, Silat Sunda Institute.
(yds/rvk)











































