Apa tanggapan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PDIP?
"Ya, bisa saja (digandeng Gerindra, red), karena kader kita kan banyak yang berkualitas, menarik minat jadinya," kata Ketua DPP PDIP bidang Pemilu Bambang Dwi Hartono saat dihubungi, Kamis (12/2/2016), malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang Pak Boy sudah menyerahkan surat pengunduran diri, tapi kan DPP belum menyetujui. Secara formal beliau mestinya masih jadi Ketua DPD DKI, memimpin proses penjaringan," sebutnya.
Sejauh ini, kata dia, PDIP masih memproses kadernya untuk maju dalam bursa calon Gubernur DKI. Proses penjaringan ini dilakukan DPD DKI dengan survei. Kemudian nama-nama calon kandidat kemungkinan sudah masuk ke DPP PDIP akhir Februari ini.
"Surat sudah kita layangkan awal bulan ini. Untuk tanggal 29 Februari nanti kemungkinan nama-nama itu sudah masuk. Dari kader, lewat PDIP, nama-nama yang masuk akan kita lihat surveinya. Jadi pertimbangan," paparnya.
Berbekal pengalaman di Pilkada serentak 2015, Bambang yakin partainya bisa berbuat banyak di Pilkada 2017 terutama daerah potensial seperti DKI Jakarta. Apalagi di Pilgub DKI, PDIP bisa mengusung sendiri pasangan calon.
"Kan kita punya pengalaman, seperti pilkada 2015. Namanya pengusung, bisa dari mana-mana. Kita kan sebenarnya di Pilgub DKI bisa mengusung pasangan sendiri karena kursi kita mencukupi, ada 28 kursi DPRD," sebutnya.
Seperti diketahui, Gerindra menggelar silaturahmi dengan 12 bakal calon Gubernur DKI. Selain Boy Sadikin, ada Adhyaksa Dault, Bien Benyamin, Abraham Lunggana (Lulung), Marco Kusumawijaya, Isnaeni, Nahrowi Ramli, Ichsanuddin Noorsy, Sanusi, Ridwan Kamil, Sandiana Uno, Yusril Ihza Mahendra. (hty/dnu)










































