Mahasiswa Kaltim di Yogya Serukan Ganyang Malaysia

Mahasiswa Kaltim di Yogya Serukan Ganyang Malaysia

- detikNews
Rabu, 09 Mar 2005 17:26 WIB
Yogyakarta - Keluarga Besar Pelajar Mahasiswa Kalimantan Timur di Yogyakarta tidak ingin Kepulauan Ambalat lepas dari Indonesia seperti Pulau Ligitan-Sipadan. Mereka menyatakan siap melakukan mobilisasi umum mempertahankan kedaulatan negara, agar Ambalat tidak jatuh ke tangan Malaysia.Pernyataan tersebut diungkapkan koordinator aksi pelajar/mahasiswa Kaltim di Yogya Hatib Rahmawan kepada wartawan di sela-sela aksi bersama 'Pertahankan NKRI, Ganyang Malaysia' di Jl. Malioboro, Rabu (9/3/2005).Aksi yang diikuti sekitar seratusan pelajar/mahasiswa Kaltim itu dimulai pukul 15.00 WIB dari pintu kereta api Stasiun Tugu Yogyakarta melewati Jl Malioboro, Ahmad Yani dan berakhir di perempatan Kantor Pos Besar.Para mahasiswa/pelajar Kaltim yang turun ke jalan itu merupakan perwakilan dari 20-an asrama kabupaten/kota se Kaltim yang ada di Yogyakarta. Saat menggelar aksi, mereka juga membawa bendera Merah Putih, bendera lambang Kaltim dan beberapa orang mengenakan pakaian adat suku Dayak.Beberapa poster yang dibawa bertuliskan, "Pertahankan NKRI, Ambalat Lepas Badawi Mati", "Ambalat Jangan Sampai Jadi Ligitan-Sipadan II", "Gantung PM Malaysia, Tak Ada Kata Damai untuk Malaysia", dan "Kembalikan Ambalat atau Perang." Di sepanjang jalan yang dilalui, mereka terus menerus meneriakkan yel-yel, "ganyang, ganyang, ganyang Malaysia sekarang juga."Hatib meminta kepada pemerintah RI untuk menolak tawaran diplomasi yang akan dilakukan Menlu Malaysia di Jakarta hari Kamis (10/3/2005) besok. Pemerintah RI harus bersikap tegas menyatakan Blok Ambalat adalah jelas dan tegas milik RI bukan milik Malaysia. Karena status teritorial perairan berada di Indonesia, bukan berada dalam wilayah sengketa atau tidak bertuan."Pemerintah Indonesia jangan melayani tawaran diplomasi Malaysia, sebab bila bersedia Indonesia masuk jebakan politik yang dijalankan oleh Malaysia," katanya.Meski pihaknya menolak upaya diplomasi yang akan dilakukan Menlu, mahasiswa tetap akan menunggu hasil pertemuan. Namun bila gagal, mahasiswa Kaltim bersama rakyat Indonesia lainnya siap melakukan mobilisasi angkat senjata melawan Malaysia. "Kita tunggu saja apa hasil pertemuan besok, bila gagal kami siap mobilisasi," katanya.Mengenai adanya banyak mahasiswa asal Malaysia yang belajar di Yogyakarta, Hatib ikut menjamin dan menjaga kselamatan mereka selama di Yogyakarta. "Kami jamin tidak akan ada sweeping terhadap warga negara Malaysia di Yogyakarta," tegas dia. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads