Pemkot Semarang Gratiskan Biaya Berobat Ibu Bocah Penjual Makaroni Keliling

Pemkot Semarang Gratiskan Biaya Berobat Ibu Bocah Penjual Makaroni Keliling

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 11 Feb 2016 18:02 WIB
Pemkot Semarang Gratiskan Biaya Berobat Ibu Bocah Penjual Makaroni Keliling
Penjabat Walkot Semarang Tavip Supriyanto mengunjungi Dewi di kosnya (Foto: Angling Adhitya P/detikcom)
Semarang - Bocah penjual makaroni keliling, Eko Adi Prasetyo (9) berharap ibunya lekas sembuh dari penyakit batu ginjal. Beruntung, kabar di facebook dan pemberitaan yang menyebar sampai ke telinga para donatur termasuk Pemkot Semarang yang akhirnya mengulurkan tangan.

Siang tadi, Kamis (11/2/2016), Pejabat Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto didampingi beberapa pihak termasuk Kepala Seksi Pemberdayaan dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Semarang, Harmoko mendatangi kos keluarga Eko di Tlogo Pancing Semarang.

Tavip menengok langsung kondisi kehidupan Eko dan menyerahkan langsung bantuan kepada Dewi, ibu Eko. Dalam kunjungannya itu Tavip menjamin semua biaya pengobatan Dewi ke RSUD Kota Semarang dengan jalur Jamkesmaskot. Ia juga meminta langsung kepada kepala puskesmas setempat agar mengantar dan mendampingi Dewi saat berobat karena kondisinya yang belum bisa berjalan jauh.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok pagi akan kita bawa ke rumah sakit. Sudah identifikasi oleh bu Nur (kepala Puskesmas). Untuk masalah biaya dan sebagainya kita tanggung," kata Tavip, Kamis (11/2/2016).

"Tadi menyerahkan (bantuan), untuk pendidikan dan tambahan modal bu Dewi. Ini kondisinya kasihan," imbuhnya.

Raut bahagia pun merekah di wajah Dewi sedangkan Eko dengan polosnya menatap sang ibu yang berbincang dengan PJ Wali Kota Semarang. Dewi mengaku sangat bersyukur dengan banyaknya bantuan yang ia dapat dari donatur meski ia harus pindah dari tempat tinggalnya semula di Pedurungan Tengah gang IX.

"Saya senang sekali. Besok bisa berobat rencana ke rumah sakit Ketileng (RSUD Kota Semarang) jam 08.00. Alhamdulillah gratis," kata Dewi.

Foto: Angling AP/detikcom

Ibu dua anak itu akan memanfaatkan bantuan yang didapat untuk kembali berjualan di kos, sedangkan Eko sudah tidak diperbolehkan lagi berjualan keliling. Ia berharap usaha kecil-kecilannya bisa menghidupi dan tidak membuat anaknya kembali ikut bekerja keras.

"Tidak jualan keliling lagi kayak dulu, mau jualan di rumah saja seperti di kos sebelumnya," tandasnya.

Diketahui sebelumnya, sejak tiga bulan lalu, Eko membantu ibunya yang memiliki penyakit batu ginjal dan tidak bisa beraktivitas seperti biasanya. Ia berjualan keliling makaroni goreng seharga Rp 1.000 per bungkus menggunakan sepeda demi membantu biaya hidup dan berobat ibunya.

Keinginan Eko membantu ibunya itu timbul dengan sendirinya bahkan sudah dilarang oleh Dewi. Eko tidak tega melihat ibunya yang sedikit-sedikit kesakitan. Kisahnya itu diketahui oleh salh satu pemilik akun facebook dan sempat menjadi viral hingga akhirnya banyak bantuan datang.

"Tadi dibilangin (oleh PJ Wali Kota) biar tetep sekolah terus. Sekarang enggak jualan keliling lagi," kata Eko malu-malu. (alg/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads