Angkatan Muda Muhammadiyah Bentuk PAM, IRM Tidak Ikut
Rabu, 09 Mar 2005 17:07 WIB
Jakarta - Perhimpunan Amanat Muhammadiyah (PAM) yang kemungkinan akan menjadi partai politik (parpol) bagi warga Muhammadiyah dideklarasikan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM). Ikatan Remaja Muhammadiyah (IRM) tidak ikut dalam pembentukan PAM. Deklarasi digelar di kantor PP Muhammadiyah, Jl. Menteng Raya 62, Jakarta Pusat, Rabu (9/3/2005). Ratusan orang menghadiri acara ini. PP Muhammadiyah diwakili oleh Wakil Sekretaris PP Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari. Sebagai deklarator PAM, adalah Abdul Mu'ti, Nuryadi, Izzul Muslimin, Abdurrahim Ghazali, Najamuddin Ramly, Armyn Goeltom, Makmud Murod, Fikri Yasin, Soleh P. Daulay (PP Pemuda Muhammadiyah), Ahmad Rofiq, Budisantoso, Khairul Muttaqien, Ikmal Albantani (DPP IMM), dan Fitri Gayo (Nasyiatul Aisyiyah). Dalam deklarasinya, salah seorang deklarator, Ahmad Rofiq menyatakan, PAM lahir sebagai amanat Tanwir Muhammadiyah akhir 2004 lalu. "PAM adalah langkah awal untuk terbentuknya sebuah partai yang akan mengaspirasikan politik warga Muhammadiyah, dengan catatan, bila warga Muhammadiyah memberikan dukungan," kata dia. Menurut Rofiq, ada dua hal yang bisa mengakibatkan PAM menjadi partai politik. Pertama, perkembangan situasi politik nasional. Kedua, apabila di masa mendatang partai yang paling dominan didukung warga Muhammadiyah (PAN) tidak mampu memberi kontribusi kepentingan politik. Sementara itu, dalam sambutannya, Hajriyanto Y Thohari menyatakan, rekomendasi Tanwir Muhammadiyah yang meminta AMM untuk membuat partai baru bisa diartikan dua hal. Pertama, Muhammadiyah memahami alasan AMM membentuk partai baru, tapi harus dengan perkembangan cukup mantang. Kedua, PP Muhammadiyah menolak secara halus tentang pembentukan parpol bagi warga Muhammadiyah. Secara pribadi, Hajriyanto yang kini juga anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, mengaku bisa memahami bila AMM mencoba membentuk parpol baru. Namun, pembentukan itu harus melalui pengkajian yang cukup matang. Selain itu, kata dia, ada dua syarat, apabila AMM ingin membentuk partai baru. "Pertama, memperhatikan nilai-nilai dasar persyarikatan Muhammadiyah. Kedua, tidak menjerat Muhammadiyah dalam politik praktis," ungkapnya. IRM Tidak Ikut PAM Sementara itu, di saat deklarasi PAM berlangsung, beredaran selebaran yang ditandatangani Ketua Umum PP IRM Ahmad Imam Mujadid Rais. Dalam selebaran itu, IRM menegaskan bahwa IRM tidak terlibat dalam pembentukan PAM. Selain itu, IRM juga meminta PP Muhammadiyah bisa memediasi dan memfasilitasi secara bijak terhadap pro dan kontra terhadap keberadaan PAM. IRM menginginkan agar AMM lebih memperkuat dakwah kultural yang menjadi mainstrem gerakan Muhammadiyah pasca tanwir di Bali.
(asy/)











































