Forum tenaga honorer ini diterima oleh Pratikno di Gedung Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (11/2/2016). Ada sekitar 9 orang perwakilan yang diterima dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1 jam.
Namun, Ketua Umum Forum Honorer Kategori II Indonesia Tuti Purwaningsih mengatakan, pihaknya kecewa dengan pertemuan itu. Karena yang ingin mereka temui adalah Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Yang jelas hari ini kami tidak mendapatkan hasil apa-apa. Kita kan inginnya bertemu Presiden, minta dijadwalkan, nah hari ini tidak ada penjadwalan apa-apa. Jadi tidak ada hasil apa-apa, artinya di sini pemerintah tidak ada goodwill yang baik untuk kita," kata Tuti usai pertemuan.
Tuti mengatakan, pihaknya ingin menyampaikan langsung keluhan para tenaga honorer Indonesia di hadapan Presiden. Sayangnya, lanjut Tuti, Pratikno tidak bisa menjanjikan pertemuan tersebut.
"Kita hanya ingin diangkat menjadi CPNS sesuai dengan janji MenPAN RB pada 15 September 2015. Jadi tadi tidak ada tanggapan apa-apa, hanya bilang diusahakan, diusahakan. Bagi kami itu bukan tanggapan. Namanya hanya mengulur waktu saja. Di sini kita punya tanggung jawab terhadap ribuan orang dan ratusan ribu orang yang tidak bisa hadir di sini," kata Tuti.
Sementara itu, Pratikno mengatakan, dalam beberapa hari ini Jokowi belum bisa menerima para tenaga honorer yang berunjuk rasa tersebut. Ini dikarenakan jadwal kerja Presiden yang padat.
(Baca juga: Guru Honorer Siap Ditempatkan di Daerah Pelosok Asal Diangkat Jadi PNS)
Meski demikian, Pratikno mengatakan akan mengusahakan jadwal pertemuan itu pada Jumat (12/2) besok, meski Jokowi memiliki jadwal kerja yang padat.
"Hari ini Pak Presiden melakukan kunjungan kerja ke Lampung, sehingga tidak bisa bertemu. Besok juga jadwal Presiden padat, ada beberapa pelantikan, yakni pelantikan beberapa gubernur, Ombudsman, dan KY," kata Pratikno. (rjo/hri)











































