DetikNews
Kamis 11 Februari 2016, 12:52 WIB

Pemprov DKI dan Kominfo Kerja Sama Sediakan Nomor Layanan Darurat 112

Nur Khafifah - detikNews
Pemprov DKI dan Kominfo Kerja Sama Sediakan Nomor Layanan Darurat 112 Foto: Nur Khafifah/Detikcom
Jakarta - Pemprov DKI Jakarta bekerja sama dengan Kementerian Kominfo menyediakan layanan nomor panggilan tunggal darurat dan penyebarluasan SMS peringatan dini bencana. Kini nomor layanan darurat akan disentralkan ke 112.

Menkominfo Rudiantara mengatakan, nantinya nomor layanan darurat lain, seperti 119 untuk ambulance dan 164 untuk siaga bencana, tak lagi digunakan. Semua nomor darurat dimigrasi ke 112 dengan tarif bebas pulsa.

"Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat. Jadi nantinya masyarakat tidak perlu menghafal nomor ambulans berapa, nomor pemadam berapa, semuanya 112," kata Rudiantara di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (11/2/2016).

Nomor ini, lanjut Rudiantara, tak hanya digunakan untuk DKI Jakarta saja, namun di seluruh Indonesia. Hanya saja, saat ini kerja sama baru dilakukan dengan DKI Jakarta.

"Nanti disosialisasikan ke sekolah-sekolah. Jadi anak kecil juga tahu kalau ada bencana atau kebutuhan mendesak, bisa menghubungi 112," ujarnya.

Namun demikian layanan nomor 112 belum dapat digunakan saat ini. Pihaknya tengah menunggu Perpres terkait penerapan nomor layanan darurat tersebut.

Selain itu, Kominfo dan Pemprov DKI Jakarta juga meluncurkan SMS peringatan dini bencana. SMS tersebut hanya dikirimkan ke pemilik nomor yang berlokasi di daerah potensi bencana.

"Ini bisa dirancang sesuai kebutuhan Pemda. Misalnya banjir di Jakarta, hanya dikirimkan ke warga yang di sekitar Kali Ciliwung," ucapnya.

SMS tersebut sengaja tidak dikirim ke semua warga agar tidak menimbulkan kepanikan. Pemprov DKI dan Kominfo juga bekerja sama dengan Telkom dan provider lain yakni Telkomsel, Indosat, XL dan 3.

Sementara itu Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama meminta seluruh SKPD terkait agar lebih sigap mengantisipasi bencana. Ahok mengaku malu jika menteri lebih sigap dibanding dirinya dan anak buahnya.

"Saya yakin ini akan bermanfaat kalau Pemda DKI menyiapkan dengan baik. Terutama operator, harus tindak cepat," katanya.

Ahok juga sempat berseloroh terkait nomor 112 yang digunakan sebagai kontak layanan darurat. Menurut kepercayaan China, nomor ini berarti angka sial. Namun ia optimistis angka itu akan membawa keberuntungan.

"Kalau di Tionghoa, 1+1 jadi 2, jadi mati. Tapi kita harap ini tidak mati. Ini harus hidup. Karena 1 nya dobel, mudah-mudahan jadi hoki," katanya disambut tawa para hadirin.
(khf/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed