Belasan Pemuda Solo Serukan Konfrontasi dengan Malaysia
Rabu, 09 Mar 2005 16:32 WIB
Solo - Belasan pemuda di Solo mendatangi Makorem 074 Warastratama dan Mapolwil Surakarta. Intinya mereka memberikan dukungan penuh kepada TNI dan Polri mengambil langkah tegas untuk mempertahankan Blok Ambalat. Mereka juga siap menjadi relawan dengan modal ilmu beladiri yang mereka kuasai.Mereka mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Anti-Arogansi Surakarta (Gemar's). Nama Gemar's pertamakali muncul di Solo beberapa saat lalu, dibentuk oleh sejumlah pemuda dari beberapa parpol di Solo untuk menyikapi penahanan para anggota DPRD yang ditahan Kejari Solo atas dugaan korupsi. Alasannya, penahanan itu disinyalir bermotif arogansi kekuasaan.Rabu, (9/3/2005) sore, belasan anggota Gemar's tersebut mendatangi Makorem 074 Warastratama dan setelahnya mendatangi Mapolwil Surakarta yang keduanya berada di Jalan Slamet Riyadi Solo. Mereka datang dengan menggunakan dua mobil milik Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) dan beberapa sepeda motor.Setiba di lokasi yang dituju, mereka menyerahkan pernyataan sikap yang masing-masing diterima oleh Kasrem Letkol (Inf) IGKB Wicitra Wisnu dan Kabag OpsKom (Pol) Arief Pujianto. Pernyataan sikap itu sebelumnya dibacakan oleh Koordinator Gemar's Joko Sutrisno. Usai menyerahkan pernyataan sikap, merekakembali ke posko Gemar's di Jl. Kalilarangan, Solo.Dalam pernyataan sikap itu, mereka menyatakan mendukung sepenuhnya upaya mempertahankan Ambalat dengan cara apa pun. Selain siap menjadi sukarelawanperang, mereka juga mengaku siap ditempatkan pada posisi apa pun. Bahkan dengan sangat bersemangat mereka menyatakan, "Kami siap menjadi mortir bagi TNI untukmenjaga kedaulatan wilayah NKRI."Selain, masih dalam pernyataan sikap tersebut, mereka meminta bantuan tenaga terlatih kepada TNI dan Polri untuk melatih kemiliteran kepada mereka untuk kesiapan perang itu. Mereka mengaku bahwa telah memiliki relawan yang telah dilatih mendapatkan teknik dasar beladiri, namun belum cukup memadai untuk maju ke medan perang.Setelah detikcom bertanya lebih lanjut kepada salah seorang anggota Gemar's, ternyata yang mereka maksud sebagai tenaga relawan itu adalah anggotasebuah kelompok beladiri tenaga dalam yang dipimpin Joko Sutrisno yang memang memiliki jadwal latihan secara rutin. "Tadi malam beberapa media televisitelah mengambil gambar saat kami berlatih," kata dia.
(asy/)











































