Erna, Korban yang Tertimpa Pesawat Super Tucano Dimakamkan di Malang

Erna, Korban yang Tertimpa Pesawat Super Tucano Dimakamkan di Malang

Muhamad Aminudin - detikNews
Rabu, 10 Feb 2016 21:49 WIB
Erna, Korban yang Tertimpa Pesawat Super Tucano Dimakamkan di Malang
Suasana pemakaman Erna. Foto: M Aminudin
Malang - Jenazah Erna Wahyuningtyas, warga sipil yang menjadi korban jatuhnya pesawat Super Tucano dimakamkan di TPU Blimbing, Kota Malang. Puluhan warga turut mengiringi pemakaman istri Mujianto juga pemilik rumah yang tertimpa Super Tucano itu.

Tenda serta lampu penerangan dipasang untuk memperlancar jenazah dikebumikan. Gerimis mengiringi selama proses pemakaman pada Rabu (10/2/2016). Tampak di lokasi, putra tunggal korban bernama Oky, mahasiswa Fakultas Kedokteran perguruan tinggi swasta di Kota Malang. Pemuda berkaca mata itu tampak tegar mengikuti proses pemakaman.

Erna ditemukan tewas mengenaskan di bagian belakang rumahnya atau tepatnya di ruangan mencuci dan memasak. Selain Erna, Nurcholis (30), pemuda asal Binangun, Kabupaten Blitar, turut menjadi korban jatuhnya Super Tucano di lokasi. Saat itu Nurcholis tengah berada di kamar tempat dirinya indekos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mujianto sendiri saat kejadian tengah berada di luar rumah. Sementara Oky sedang menimba ilmu di kampusnya. "Pak Mujianto tidak rumah, beliau sedang di luar saat kejadian. Anaknya kuliah hanya Ibu Erna saja," ucap Maswiji (35), tetangga korban kepada detikcom.

Sampai kini proses evakuasi puing pesawat Super Tucano masih dilakukan oleh anggota TNI AU, SAR, dan kepolisian. Alat berat didatangkan untuk membantu mempermudah pengangkatan reruntuhan bangunan yang menimbun badan pesawat. Garis polisi tetap dipasang agar masyarakat tidak mendekat ke lokasi jatuhnya pesawat.

"Evakuasi sulit dan butuh waktu. Kami mohon doanya agar lancar," ucap KSAU Marsekal Agus Supriatno terpisah.

TNI AU sendiri sudah meminta persetujuan pemilik rumah untuk mendatangkan alat berat. Sesuai kesepakatan, lanjut KSAU, lahan serta bangunan milik Mujianto akan dibeli. "Sudah kami sampaikan harus membongkar bangunan rumah tersebut dan pemilik setuju," kata KSAU. (bag/bag)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads