Gatot Ngaku Pernah Dimintai Uang dalam Proses Islah dengan Teuku Erry

Gatot Ngaku Pernah Dimintai Uang dalam Proses Islah dengan Teuku Erry

Nur Khafifah - detikNews
Rabu, 10 Feb 2016 19:22 WIB
Gatot Ngaku Pernah Dimintai Uang dalam Proses Islah dengan Teuku Erry
Foto: Zaki Alfarabi
Jakarta - Gubernur Sumatera Utara non aktif Gatot Pujo Nugroho menceritakan panjangnya proses islah antara dirinya dengan Plt Gubernur Sumut Teuku Erry. Upaya islah tersebut diakui merupakan inisiatifnya atas saran dari istri keduanya, Evy Susanti.

Gatot mengaku menemui banyak orang NasDem agar dapat menjembatani islah. Untuk diketahui Teuku merupakan kader Nasdem sedangkan Gatot dari PKS. Hingga akhirnya Gatot dan Teuku Erry beserta OC Kaligis dipertemukan dengan Surya Paloh dan terjadi islah.

Namun sebelum bertemu Surya Paloh, Gatot sempat bertemu dengan kakak kandung Paloh, Rusli Paloh. Ia bertemu Rusli Paloh atas bantuan Kardi. Menurut Gatot, Kardi merupakan paman Surya Paloh yang merawatnya sejak kecil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bertemu dengan Rusli Paloh. Kami cerita-cerita. Lalu paginya, Kardi masih di situ. Katanya diminta uang Rp 250 juta," kata Gatot.

Ia tak menyebut ada permintaan langsung dari Rusli Paloh. Ia mengaku akhirnya tak memberikan uang tersebut.

"Kami tidak serahkan. Tidak pernah berikan uang (kepada Rusli Paloh)," kata Gatot.

Gatot Pujo dan Evy Susanti didakwa menyuap Hakim dan panitera pada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Sumatera Utara dengan uang USD 27 ribu dan 5 ribu dollar Singapura (SGD). Duit suap ini diberikan dengan maksud mempengaruhi putusan atas permohonan pengujian kewenangan Kejati Sumut  atas penyelidikan tentang dugaan terjadinya tindak pidana korupsi dana bansos, Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemprov Sumatera Utara.

Keduanya juga didakwa telah menyuap eks Sekjen NasDem Patrice Rio Capella. Suap Rp 200 juta menurut Jaksa pada KPK diberikan untuk pengamanan kasus Bansos di Kejagung.

Pihak Nasdem maupun Rusli Paloh belum berkomentar terkait pengakuan Gatot ini.

(khf/faj)


Berita Terkait