"Tema dari pemilihan Maarif Awards tahun ini adalah bagaimana menemukan tokoh-tokoh lokal yang aktif di dalam komunitasnya untuk menghadapi dan melalui kegiatannya itu bisa mengatasi intoleransi, radikalisasi, yang sekarang ini jadi masalah di Indonesia," kata salah satu dewan juri Maarif Award 2016 Clara Joewono dalam jumpa pers di Ma'arif Institute, Jl Tebet Barat Dalam II No 6, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (10/2/2016).
"Di tengah persoalan besar tersebut, kehadiran para pemimpin dan aktivis lokal yang memperjuangkan nilai-nilai kemajemukan, ke-Indonesiaan, dan kemanusiaan merupakan oase yang menyuntikan harapan baru atau new hope," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami meyakini dan menemukan tokoh-tokoh lokal yang luar biasa dan bisa menginspirasi baik itu laki-laki maupun perempuan. Tentu tokoh-tokoh lokal tersebut menjadi mutiara-mutiara Indonesia. Dan bisa meyakini nilai-nilai ajaran agama untuk menjadi pangkal dari perbuatan. Ini sesuatu yang sangat menarik dan tentu kami mengundang banyak pihak untuk bisa mensosialisasikan," ucap Noordjannah Djohantini yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Aisyiyah ini.
Maarif Award 2016 kali ini merupakan penghargaan yang ke-6 kali digelar oleh Maarif Institute sejak 2007. Penghargaan ini diberikan untuk mengangkat model-model keteladanan dan anti diskriminasi.
"Maarif Award ini merupakan ikhtiar menemukan pribadi-pribadi penggerak dan tangguh yang berjuang untuk kemanusiaan di tingkat akar rumput. Harapan kita adalah ini nominasi terbuka untuk siapapun calonnya," tutur salah satu juri lainnya Endy M Bayuni sebagai tokoh media.
Pengajuan nama calon nominasi Ma'arif Award 2016 dapat dikirim via pos ke Ma'arif Institute Jl Tebet Barat Dalam II, No 6, Tebet, Jakarta Selatan, 12810. Pengajuan nama calon juga dapat dikirim melalui email ke maarif@maarifinstitute.org. Untuk keterangan lengkap dapat dilihat di www.Maarifinstitute.org/maarifaaward.
(yds/dra)











































