"Saya mengharapkan semua sahabat-sahabat saya untuk tidak saling serang. Kita mungkin masing-masing punya calon yang didukung, tapi harus di ingat bahwa kita ini semua bersahabat dan bersaudara, siapa pun nanti yang jadi ketum, dialah ketum untuk semua, dan harus membangun Golkar dengan prinsip demokrasi dan kebersamaan," kata Ketua Bidang Organisasi dan Daerah DPP Golkar, Mahyudin, dalam siaran pers, Rabu (10/2/2016).
Wakil Ketua MPR ini mengingatkan bahwa munas digelar untuk mengakhiri konflik Golkar. Jangan sampai Golkar kembali pecah pasca munas karena keributan yang tidak perlu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya berharap kurangilah komentar-komentar yang kontraproduktif bagi kebesaran partai Golkar," pungkasnya.
Memang internal Golkar cepat panas setelah pertemuan islah menyepakati munas. Namun panasnya terlalu cepat memuncak, para caketum Golkar sudah saling sikut.
Yang paling jelas terlihat adalah manuver kolega Setya Novanto, Ridwan Bae, yang mengungkap Ade Komarudin telah meneken pernyataan tidak akan maju sebagai caketum Golkar. Hal ini memicu reaksi keras dari kubu Akom seperti Bambang Soesatyo. Mereka kini saling serang soal konsistensi Akom terkait pernyataan tersebut dan kasus papa minta saham yang tengah diproses di Kejagung. Namun Ketum Golkar Munas Riau Aburizal Bakrie mengingatkan semua elite Golkar untuk tetap tenang menjelang Munas, Ical juga mempersilakan Akom maju sebagai caketum. (van/nrl)











































