Turis Gerhana Membeludak, Hotel di Bangka Belitung Penuh

Gerhana Matahari Total di Indonesia

Turis Gerhana Membeludak, Hotel di Bangka Belitung Penuh

Wisnu Prasetiyo - detikNews
Rabu, 10 Feb 2016 13:51 WIB
Turis Gerhana Membeludak, Hotel di Bangka Belitung Penuh
Foto: Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Banyaknya turis gerhana yang berencana datang ke Bangka dan Belitung membuat kamar hotel di daerah ini nyaris tak tersisa. Turis yang datang tak hanya lokal, namun juga dari mancanegara.

"Informasi dari pengelola hotel, rata-rata sudah full book," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kepulauan Bangka Belitung H.K.A. Tajuddin kepada detikcom, Rabu (10/2/2016).

Turis gerhana memang membludak di Bangka Belitung. Selain wisatawan domestik, menurut Tajuddin, turis asing juga datang antara lain dari Jepang, Cina, Korea Selatan, Amerika Serikat dan beberapa negara Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tajuddin mengatakan, mengantisipasi tidak tersedianya penginapan bagi turis, pihaknya akan menjadikan rumah warga menjadi home stay. Pemprov dua pekan lagi akan mengumpulkan warga yang rumahnya berpotensi menjadi penginapan sementara.

Dijelaskan Tajuddin, pemilik rumah akan dilatih soal pelayanan yang baik bagi turis. Selain itu mereka akan dibekali juga dengan kemampuan bahasa asing sehingga bisa berkomunikasi dengan para tamunya.

"Diharapkan wisatawan asing bisa merasakan langsung kehangatan dan keramahan masyarakat Indonesia," kata Tajuddin. "Kami meyakini gerhana matahari total bisa membuat wisatawan semakin ramai datang ke sini," sambungnya.

Saat gerhana matahari total 9 Maret 2016 akan ada tiga titik pengamatan gerhana, yakni di Kabupaten Bangka Tengah, Belitung, dan Belitung Timur. Presiden Joko Widodo juga rencananya akan menyaksikan gerhana di provinsi ini meski belum ditentukan lokasi yang akan dikunjunginya.

Selain di Bangka Belitung, hotel-hotel berbintang di Kota Palu juga sudah penuh. Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan ada lima juta wisatawan domestik dan 100 ribu turis asing menyaksikan fenomena alam yang langka tersebut. (hri/hri)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini