"Pak JK menyerahkan kepada munas tidak mengarahkan siapa jadi caketum Golkar. Semua diselesaikan dengan aturan organisasi. Namun tentunya Pak JK seperti para senior lainnya berharap bisa mempersatukan partai, membuat citra baik partai karena selama ini kepercayaan kepada Golkar tergerus. Munas ini jadi momen yang baik untuk memperbaiki Golkar, jadi jangan sampai salah pilih, kalau salah pilih menderita," kata Agung Laksono saat dihubungi detikcom, Rabu (10/2/2016).
Agung juga mengingatkan agar para kandidat caketum bersaing sehat bukan saling unjuk kemampuan finansial demi merebut pemilik suara di Munas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena itu, Golkar menurut Agung sebaiknya meminta KPK melakukan pengawasan langsung agar tidak ada politik uang dalam perhelatan Munas. KPK sebelumnya memang sudah mewanti-wanti agar pelaksanaan Munas berlangsung bersih tanpa ada praktik setoran duit demi kemenangan pencalonan.
Para calon selain harus memenuhi kriteria PDLT yaitu prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela, sambung Agung juga wajib memiliki kapabilitas memimpin partai besar.
"Pak JK menginginkan kami seperti semua para senior, bukan sekadar dia mampu dari segi keuangan atau ekonominya tapi kepemimpinannya dan yang berkaitan dengan substansi partai berkaitan dengan visi misi partai ideologi sangat penting. Sehingga nanti orientasinya untuk kerja-kerja partai seperti edukasi politik, rekrutmen politik, kaderisiasi," tuturnya.
(fdn/fdn)










































