Dengan memberi iming-iming uang Rp 2.000, Begeng awalnya mengajak J main ke rumahnya di kawasan di Jl H Albaido, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. J yang saat itu baru pulang sekolah di Beji, Depok, bersedia diajak Begeng pada Sabtu 6 Februari 2016.
Begeng dan J memang sudah saling kenal. Begeng terkadang mengajak J bermain playstation di dekat sekolahan. Hari menjelang malam, namun Begeng tidak kunjung mengajak J pulang ke rumah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Begini 7 aksi biadab Begeng:
1. Ajak Main PlayStation
|
Foto: Istimewa
|
"Mereka saling kenal dan pelaku juga sering melihat korban. Tapi mereka tidak ada hubungan keluarga," Kapolres Depok Kombes Dwiyono usai olah TKP di lokasi pembunuhan, Jl Haji Al-Baido, RT 14/RW 9, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (7/2/2016).
Begeng bahkan sering mengajak korban untuk bermain PlayStation (PS). "Korban ini sering diajak korban main PS di dekat sekolahannya," kata Kapolres Depok Kombes Dwiyono kepada detikcom, Minggu (7/2/2016).
Pelaku ternyata sudah mengenal korban. Begeng sering mengamati korban dari kios batu akik yang terletak di dekat sekolahan korban di Beji, Depok.
"Korban kalau pulang jalan kaki, jadi pelaku sering melibat korban kalau pulang sekolah," lanjutnya.
2. Iming-imingi Rp 2.000
|
Foto: Wisnu Prasetiyo/detikcom
|
"Saat korban pulang dari sekolah, mereka ketemu dengan B. Korban diiming-imingi hadiah Rp 2.000 supaya mau ke rumahnya," ujar Kapolres Depok Kombes Dwiyono usai olah TKP di lokasi pembunuhan, Jl Haji Al-Baido, RT 14/RW 9, Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Minggu (7/2/2016).
Dwiyono mengatakan motif pembunuhan masih belum jelas. Dia juga belum menyimpulkan apakah Begeng seorang paedofil atau bukan.
"Kita masih lakukan pengembangan mengenai motif," ucapnya.
3. Habisi J Saat Ibu Pergi
|
Foto: Wisnu Prasetiyo/detikcom
|
"Diduga korban dibunuh pada Sabtu (6/2) malam saat ibu pelaku pergi meninggalkan rumahnya," ujar Kapolres Depok Kombes Dwiyono kepada detikcom, Minggu (7/2/2016).
Menurut Dwiyono, korban dibawa oleh pelaku ke rumahnya pada Sabtu (6/2) siang sekitar pukul 12.00 WIB. Ibu pelaku juga sempat melihat pelaku saat membawa korban ke rumahnya.
"Menurut pelaku, ibunya sempat melihat korban waktu dibawa ke rumahnya. Ibunya belum diambil keterangannya," katanya.
Ibu pelaku pergi meninggalkan rumahnya pada Sabtu (6/2) malam sekitar pukul 21.00 WIB. "Ibunya malam itu pergi ke Lenteng Agung, Jaksel. Ibunya kerja sebagai PRT di sana," imbuhnya.
Saat polisi menangkap pelaku di rumahnya, sang ibu tidak ada. "Kemungkinan ibunya memang belum kembali sejak semalam," tutupnya.
4. Bekap Pakai Bantal
|
Foto: Wisnu Prasetiyo/detikcom
|
"Yang bersangkutan mengaku membekap korban pakai bantal sampai tewas di tempat tidur," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/2/2016).
Krishna menambahkan, Begeng membekap korban dengan bantal lantaran panik.
"Jadi korban dibekap pelaku saat petugas mau menggerebek rumah yang bersangkutan," imbuhnya.
5. SMS 'Tipuan'
|
Foto: Wisnu Prasetiyo/detikcom
|
Hari tidak mengenal dekat Begeng, dia hanya kenal wajah karena sering nongkrong warkop. Sedangkan SMS yang ditunjukkan Begeng kepadanya berbunyi: "Tolong sampaikan ke pihak keluarga J bahwa J ada di saya. Kalau tidak disampaikan bisa dibunuh."
Hari langsung menelepon nomor yang mengirim SMS tersebut dan menanyakan pengirim itu berada di mana. "Dia bilang dia ada di Ciledug," kata Hari. Sayangnya, Hari tidak menceritakan kronologi SMS itu lebih lengkap karena dia disibukkan dengan proses administrasi di RS Polri.
Namun, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti mengatakan Begeng awalnya berniat menculik korban.
"Dia niat menculik kemudian dia panik, dia tahu kalau anak itu dicari-cari, kemudian dia infokan ke teman-temannya seolah-olah anak itu diculik, padahal dia sendiri yang SMS," jelas Krishna kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/2/2016).
Begeng menggunakan ponselnya yang lain untuk mengirimkan SMS dari 'si penculik' ke nomornya sendiri yang kemudian ditunjukkan ke paman korban. "Dia gunakan dua HP, satu HP seolah-olah pelaku penculikan, satu lagi milik dia seolah-olah yang menagmankan. Dua-duanya (kedua handphone) milik dia," jelas Krishna.
6. Disuruh 2 Orang
|
Foto: Wisnu Prasetiyo/detikcom
|
"Dia ngakunya ada dua lainnya yang menyuruh. Dari awal Kapolres (Kombes Dwiyono), saya memeriksa, sudah yakin tersangka ini cuma satu dan dia ceritanya berubah-ubah," ujar Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (9/2/2016).
Saat digerebek di rumahnya di Jalan H Albaido, Lubang Buaya, Cipayung, Jaktim, Begeng awalnya membantah telah menculik dan membunuh korban. Namun akhirnya Begeng pun mengakui perbuatannya itu dilakukan seorang diri.
"Dia ceritanya berubah-ubah dari subuh sampe pukul 09.00 WIB selalu berubah-ubah. Itu sudah tinggal didalami saja dan kemarin siang keterangannya sudah firm bahwa dia yang melakukan semuanya," ungkapnya.
Karena keterangan yang berubah-ubah, Begeng harus menjalani tes kejiwaan.
7. Ditinggal Istri, Mau Kawin Lagi
|
Foto: Dok. Polresta Depok
|
"Menurut pengakuan pelaku, dia sudah menikah. Tetapi istrinya sudah meninggalkannya beberapa bulan kemudian setelah menikah," kata Kapolres Depok Kombes Dwiyono kepada detikcom, Minggu (7/2/2016).
Tidak diketahui pasti alasan sang istri meninggalkan Begeng. Dwi mengatakan, Begeng masih menutup rapat soal kehidupan pribadinya itu.
tetangga Bedeng, Imam Wardoyo, menceritakan Begeng kini sudah memiliki calon istri. "Pas penggerebekan calonnnya (calon istri Bedeng-Red), datang, dia kaget sampai nangis-nangis," ujar Imam Wardoyo.
Kepada para tetangga, kata Imam, calon istri Begeng menceritakan sudah melakukan pembuatan baju pernikahan. "Dia sempat ngobrol sama kita-kita, katanya mereka sudah fitting baju untuk nikah bulan Maret. Makanya kita enggak tahu kalau dia suka anak kecil juga," ujarnya.
Senada dengan Imam, tetangga Begeng lainnya yaitu Mei Astuti, menjelaskan calon istri Begeng terlihat shock melihat Begeng keluar dengan tangan diborgol oleh polisi.
"Dia tadi nangis banget pas lihat Begeng keluar diborgol. Padahal itu calonnya Begeng cantik, putih, langsing. Saya enggak nyangka kalau Begeng kayak gitu (pelaku pembunuhan terhadap anak-Red)," ujar Mei saat diwawancara di lokasi yang sama.
Halaman 2 dari 8










































