"Pak Aburizal mempersilakan siapa saja untuk maju, yang penting harus fair jangan menyudutkan, jangan menjatuhkan, jangan cari kesalahan. Itu pesan Aburizal silakan bersaing sehat," kata Nurdin saat dihubungi Selasa (9/2/2016) malam.
Nurdin mengatakan belum ada pertemuan khusus antara Aburizal dengan sejumlah kader yang digadang-gadang maju dalam pemilihan ketum di Munas antara bulan April atau Mei mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga mengingatkan agar para caketum nantinya merangkul tim pemenangan dari kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol dan Munas Bali. "Tidak ada kubu-kubuan," tegas Nurdin.
Ketum Golkar hasil Munas Ancol, Agung Laksono sebelumnya menyebut calon ketum Partai Golkar sebaiknya tidak berasal dari pengurus pusat yang sempat terlibat dalam perselisihan kepengurusan. Agung berharap muncul calon ketum yang berasal dari pengurus daerah.
"Ada juga harapan ketum yang akan datang dalam rangka memperkuat Golkar sebaiknya bukan mereka yang telibat persoalan bukan orang pusat tapi ke daerah. Ini mungkin saatnya bagi ketua daerah untuk maju, sebaiknya dari daerah," kata Agung Laksono saat dihubungi terpisah.
Agung menegaskan calon ketum yang maju harus memenuhi syarat PDLT yaitu prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela. Tidak ada batasan soal usia bagi kader yang berniat maju. (fdn/fdn)










































