Indonesia Perlu Hidupkan Angkutan Sungai untuk Urai Kemacetan Lalulintas

Laporan dari Den Haag

Indonesia Perlu Hidupkan Angkutan Sungai untuk Urai Kemacetan Lalulintas

Eddi Santosa - detikNews
Selasa, 09 Feb 2016 23:09 WIB
Indonesia Perlu Hidupkan Angkutan Sungai untuk Urai Kemacetan Lalulintas
Foto: dok. PPI Belanda
Den Haag - Satu kapal kontainer sungai dapat mengangkut muatan yang sama banyaknya dengan 75 gerbong kereta barang atau 120 truk barang.

Pandangan itu disampaikan Lucky Supriatna, mahasiswa master Coastal Engineering and Port Development di UNESCO-IHE Institute for Water Education, Delft, yang disampaikan dalam diskusi Lingkar Inspirasi bertema "Tol Laut: From Conceptual Idea to Practical Implementation", Sabtu, (6/2/2016).

Dalam hal ini Lucky menggarisbawahi peran PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IIΒ  sebagai salah satu ujung tombak dalam mengimplementasikan konsep tol laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Lucky, salah satu proyek besar yang tengah dikerjakan oleh Pelindo II adalah pembuatan jalur angkutan kontainer via sungai, atau inland water way dengan memanfaatkan kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) untuk menghubungkan pelabuhan Tanjung Priok dengan pusat industri Cikarang Bekasi.

"Sekitar 50% barang yang masuk ke Tanjung Priok berasal dari kawasan industri Jabebeka Cikarang. Melalui jalur sungai CBL nanti, satu kapal kontainer saja dapat mengangkut muatan yang sama banyaknya dengan 75 gerbong kereta barang atau 120 truk barang," ujar Lucky.

Oleh karena itu, imbuh Lucky, selain menekan biaya transportasi, konsep jalur kontainer via sungai ini juga dapat membantu mengurai kemacetan lalu lintas sepanjang jalur Cikarang-Tanjung Priok.

"Proyek ini secara tidak langsung dinilai dapat mendukung peran Pelabuhan Tanjung Priok sebagai salah satu hub terpenting dalam jalur tol laut," jelas Lucky.

Sumber Daya Manusia

Dalam presentasinya, Lucky juga menekankan pentingnya pembangunan soft infrastructure dalam mendukung konsep tol laut.

Selain membangun pelabuhan secara fisik, Pelindo saat ini sedang fokus pada pengembangan sumber daya manusia.

"Banyak karyawan yang didukung untuk melanjutkan studi S2 dan S3 di dalam maupun di luar negeri," ujar Lucky, yang juga dikirim oleh dan bekerja di Pelindo II.

Pelindo juga tengah membangun kolaborasi triple helix yang kuat, salah satunya dengan merangkul universitas-universitas di Indonesia dalam Maritime Reform Project.

"Intinya dalam proyek ini akademisi-akademisi dilibatkan dalam pengembangan pelabuhan. UGM misalnya dilibatkan dalam pengkajian hukum maritim, UI dalam aspek finansial pelabuhan, dan ITB dalam perencanaan dan desain pelabuhan," terang Lucky. Β 

Terkait konsep tol laut secara keseluruhan, Lucky menyampaikan pentingnya kerjasama dari semua pemangku kepentingan agar memiliki visi sama mengenai tol laut ini.

"Tol laut bukan hanya tanggung jawab Pelindo sebagai operator pelabuhan," pungkas Lucky.

Diskusi Lingkar Inspirasi merupakan kegiatan reguler PPI kota Delft. Tema tol laut ini diangkat bekerjasama dengan PPI Belanda dengan tujuan untuk membedah secara lebih mendalam konsep yang merupakan program unggulan pemerintahan Jokowi. (es/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads