Konsep Tol Laut Reduksi Biaya Angkut Sampai 45%

Laporan dari Den Haag

Konsep Tol Laut Reduksi Biaya Angkut Sampai 45%

Eddi Santosa - detikNews
Selasa, 09 Feb 2016 22:24 WIB
Konsep Tol Laut Reduksi Biaya Angkut Sampai 45%
Foto: dok. PPI Belanda
Den Haag - Konsep tol laut dapat meningkatkan efisiensi sebesar 45 persen dibandingkan dengan jalur transportasi laut yang ada sebelumnya.

Demikian hasil studi Hafida Fahmiasari, mahasiswa master Transportation, Infrasructure, and Logistic pada Technische Universiteit Delft, yang disampaikan dalam diskusi Lingkar Inspirasi bertema "Tol Laut: From Conceptual Idea to Practical Implementation", Sabtu (6/2/2016).

Menurut Hafida, hasil studinya juga menunjukkan bahwa rute antara Tanjung Priok dan Tanjung Perak merupakan rute dengan tingkat kepentingan paling tinggi dalam jaringan tol laut Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil ini cukup wajar mengingat rute tersebut mengangkut 63% permintaan dari seluruh arus lalulintas laut Indonesia," ujar Hafida.

Namun lanjut Hafida, bukan berarti rute lain tidak penting. Justru di sinilah pekerjaan rumah pemerintah untuk meningkatkan geliat ekonomi di daerah lain terutama di Indonesia bagian Timur, agar rute lain menjadi sama pentingnya.

Dalam kesimpulannya, Hafida menyampaikan bahwa tol Laut bukanlah solusi tunggal bagi pemerataan pembangunan di Indonesia.

Pertama, dibutuhkan juga pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus di daerah Indonesia Timur untuk memastikan kapal-kapal yang berangkat dari Timur ke Barat melalui jaringan tol laut tidak membawa muatan kosong karena tidak adanya industri di sana.

Kedua, Hafida juga menekankan pentingnya penguatan koneksi jaringan antara pelabuhan dengan area industri untuk menjamin agar ongkos logistik tidak mahal dan jaringan laut menjadi pilihan bagi kalangan industri.

Sebelumnya, Hafida menjelaskan bahwa konsep tol laut sebenarnya bukan merupakan barang baru.

"Konsep ini merupakan adaptasi dari konsep Pendulum Nusantara yang sejak 2012 sudah digagas oleh Dirut Pelindo II, RJ Lino," jelas Hafida.

Hafida memaparkan bahwa latar belakang konsep tol laut adalah karena adanya lingkaran setan logistik di Indonesia.

Pada satu sisi pengembangan industri masih terpusat di Jawa, sementara pada sisi lain ongkos transportasi logistik antara Barat dan Timur amat mahal.

Dok. PPI Belanda


Dengan demikian, disparitas antara Indonesia Timur dan Barat semakin besar dan Indonesia Timur semakin tertinggal.

"Maka muncullah konsep tol laut yang bertujuan untuk memotong ongkos produksi logistik dan memperkecil kesenjangan pembangunan di Indonesia Barat dan Timur," demikian Hafida. Β 

Diskusi Lingkar Inspirasi merupakan kegiatan reguler PPI kota Delft. Tema tol laut diangkat bekerjasama dengan PPI Belanda dengan tujuan untuk membedah secara lebih mendalam konsep yang merupakan program unggulan pemerintahan Jokowi.

(es/fdn)


Berita Terkait