"Rasanya ada yang dingin-dingin di lidah. Tidak seperti minuman yang pernah saya rasakan," kata Hendricus.
Hal ini diceritakan kepada detikcom di ruang C RS Bethesda Yogyakarta, Selasa (9/2/2016). Meski begitu, dia tidak merasakan apapun yang aneh pada tubuhnya setelah meminum minuman itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setahu saya dicampur sama Fanta," jawabnya.
Baca: Polisi Temukan Obat Nyamuk Cair dan Segalon Perasa Salak
Tubuhnya baru bereaksi pada Kamis (4/2) pagi. Dia merasakan pusing dan mual saat makan.
"Baru besoknya rasanya kepala berat, saya kira karena saya makan tidak teratur. Saya masih bisa ke pasar Giwangan," imbuhnya.
Namun hari itu kondisinya semakin memburuk. Perutnya mual dan tubuhnya semakin lemas. Keesokan harinya, Jumat (5/2) pagi dia diantar teman-temannya ke rumah sakit.
"Saya disuntik untuk membersihkan darah. Lalu boleh pulang. Tapi Sabtu-nya saya dibawa ke rumah sakit lagi karena diare. Katanya saya kekurangan cairan," tutur Hendricus.
Miras oplosan menelan 26 korban jiwa di Yogya. Mereka menenggak di waktu dan tempat berbeda. Secara beruntun masuk rumah sakit, dan satu per satu menghembuskan nafas terakhir. Polisi mengamankan Sasongko dan pasangannya, SB, yang merupakan peracik miras oplosan tersebut. (sip/trw)










































