"Nggak ada. Kita senang dikritik kok. Kritik itu kan untuk membuat kita lebih canggih lagi. Kita jangan memperetensi kita paling benar," ungkap Luhut usai menghadiri raker dengan DPD di Kompleks Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (9/2/2016).
Luhut menyebut bahwa pemerintah menyadari masih memiliki banyak kekurangan sehingga sangat menerima kritik yang ada. Pemerintah justru ingin mengundang SBY agar bisa memberi saran untuk mencari solusi dalam membenahi kekurangan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas siapa orang dalam Istana yang dituduh tidak suka jika SBY memberi kritikan kepada pemerintah?
"Saya nggak tahu," jawab Luhut singkat.
Pernyataan SBY disampaikan dalam wawancara yang diunggahnya lewat akun youtube pribadinya seperti dikutip detikcom, Selasa (9/2). Menurutnya, banyak orang yang ingin dirinya muncul ke publik menyikapi situasi politik dan ekonomi dalam kapasitasnya sebagai Ketum Partai Demokrat.
"Ini kebetulan tahun kedua sejak saya meninggalkan pemerintah, saya kira tepat dalam kapasitas saya sebagai pemimpin dari partai politik kalau saya juga mulai bicara dengan tujuan yang baik secara proporsional. Dan saya berharap pemerintah atau pun kekuasaan bisa mengerti kalau saya mulai berbicara untuk kebaikan bangsa ini," kata SBY.
Dalam video itu, SBY juga menyebut bahwa ada orang-orang di lingkar kekuasaan yang tidak suka saat beberapa bulan lalu saat ia sering berkicau lewat akun Twitter pribadinya @SBYudhoyono. Sayang SBY tak menyebut siapa oknum tersebut
"Ada pihak-pihak yang tidak suka, ada elemen lingkar kekuasaan yang tidak nyaman, bahkan mengirim pesan kepada saya. Saya pikir ini negara demokrasi ya, tentu siapapun, termasuk saya punya hak untuk bicara. Dan memang politik itu khas kalau saya," tukas SBY. (ear/tor)











































