Soal Sindiran 'Ayam Sayur', Ridwan Bae: Hanya Bamsoet yang Tahu Arahnya

Soal Sindiran 'Ayam Sayur', Ridwan Bae: Hanya Bamsoet yang Tahu Arahnya

Indah Mutiara Kami - detikNews
Selasa, 09 Feb 2016 12:17 WIB
Soal Sindiran Ayam Sayur, Ridwan Bae: Hanya Bamsoet yang Tahu Arahnya
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Wakil Bendum Golkar Bambang Soesatyo yang merupakan loyalis Ade Komarudin melempar sindiran 'ketum Golkar jangan cemen seperti ayam sayur' menjelang Munas Golkar. Siapa yang dimaksud?

Ketua DPD I Golkar Sultra Ridwan Bae mengatakan tidak bisa menduga-duga soal sosok yang disebut oleh Bambang.

"Saya tidak bisa menuduh. Pernyataannya itu hanya dia yang tahu arahnya ke mana," kata Ridwan saat dihubungi, Selasa (9/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, disebut ada 11 nama calon yang berpotensi maju sebagai caketum Golkar. Sebelas nama itu adalah Priyo Budi Santoso, Idrus Marham, Zainuddin Amali, Ade Komarudin, Airlangga Hartarto, Mahyudin, Agus Gumiwang, Agun Gunanjar, Gusti Iskandar, Fadel Mummad, dan Indra Bambang Utoyo. Belakangan ada nama eks Ketua DPR Setya Novantoย  yang kabarnya juga siap bertarung.

Lalu, apakah sindiran 'cemen seperti ayam sayur' ditujukan untuk salah satu calon, yaitu Novanto?

"Saya tidak bisa mengatakan itu.
Semua calon yang sudah menyatakan untuk tampil punya kelebihan dan kelemahan tersendiri," ucap anggota MKD yang selama ini dikenal dekat dengan Novanto.

Ridwan mengatakan bahwa ketum Golkar memang seharusnya bertaji. Taji yang dia maksud, harusnya merupakan kepedulian pada partai dan perjuangan untuk rakyat.

"Taji yang betul-betul peduli ddengan partai, dengan kebersamaan kita, dan dalam memperjuangkan rakyat. Taji bagaimana membesarkan partai kita," ujar Ridwan.

"Kalau hanya taji karena ada jabatannya, kekayaannya, tapi tidak peduli dengan itu (partai dan rakyat), tapi saya tidak sependapat," pungkasnya.

Sebelumnya, Bambang Soesatyo melontarkan sindiran tajam.ย  "Menurut saya, yang terpenting saat ini adalah bahwa ketum Golkar harus bertaji. Tidak boleh lagi seperti ayam sayur. Golkar butuh ketum yang kuat secara posisi dan kedudukan yang sejajar dengan presiden. Bukan ketum yang cemen dan tidak jelas," kata Bambang tanpa menyinggung nama tertentu dalam bursa caketum Golkar.

(imk/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads