Ketua DPD I Golkar Sultra Ridwan Bae mengatakan tidak bisa menduga-duga soal sosok yang disebut oleh Bambang.
"Saya tidak bisa menuduh. Pernyataannya itu hanya dia yang tahu arahnya ke mana," kata Ridwan saat dihubungi, Selasa (9/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, apakah sindiran 'cemen seperti ayam sayur' ditujukan untuk salah satu calon, yaitu Novanto?
"Saya tidak bisa mengatakan itu.
Semua calon yang sudah menyatakan untuk tampil punya kelebihan dan kelemahan tersendiri," ucap anggota MKD yang selama ini dikenal dekat dengan Novanto.
Ridwan mengatakan bahwa ketum Golkar memang seharusnya bertaji. Taji yang dia maksud, harusnya merupakan kepedulian pada partai dan perjuangan untuk rakyat.
"Taji yang betul-betul peduli ddengan partai, dengan kebersamaan kita, dan dalam memperjuangkan rakyat. Taji bagaimana membesarkan partai kita," ujar Ridwan.
"Kalau hanya taji karena ada jabatannya, kekayaannya, tapi tidak peduli dengan itu (partai dan rakyat), tapi saya tidak sependapat," pungkasnya.
Sebelumnya, Bambang Soesatyo melontarkan sindiran tajam.ย "Menurut saya, yang terpenting saat ini adalah bahwa ketum Golkar harus bertaji. Tidak boleh lagi seperti ayam sayur. Golkar butuh ketum yang kuat secara posisi dan kedudukan yang sejajar dengan presiden. Bukan ketum yang cemen dan tidak jelas," kata Bambang tanpa menyinggung nama tertentu dalam bursa caketum Golkar.
(imk/tor)











































