Gerilya Loyalis Novanto Jelang Munas Golkar

Gerilya Loyalis Novanto Jelang Munas Golkar

Elza Astari Retaduari - detikNews
Selasa, 09 Feb 2016 10:54 WIB
Gerilya Loyalis Novanto Jelang Munas Golkar
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Setelah mundur dari kursi Ketua DPR Setya Novanto ditunjuk Aburizal Bakrie jadi Ketua Fraksi Partai Golkar DPR. Novanto tak duduk manis, santer beredar kabar Novanto tengah mempersiapkan diri maju caketum Golkar, ia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu calon terkuat!

Isu itu bukanlah pepesan kosong. Nyatanya secara terang-terangan loyalis Novanto mulai bergerilya. Bahkan dengan gamblang menyenggol kandidat caketum Golkar kuat lainnya yakni Ketua DPR Ade Komarudin.

Adalah Ketua DPD I Golkar Sultra yang juga Ketua Paguyuban DPD I Golkar, Ridwan Bae, yang tak lain adalah orang dekat Novanto memulai manuver panas jelang Munas. Ridwan Bae mengungkap Ade Komarudin pernah meneken tidak akan maju sebagai caketum saat ditunjuk Aburizal Bakrie jadi Ketua DPR.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"ARB mengatakan bahwa Akom itu secara AD/ART punya hak, walaupun memang dia sempat ada pernyataan bahwa pada waktu mau jadi ketua DPR dia buat pernyataan tidak akan maju sebagai caketum," kata Ridwan Bae kepada detikcom, Sabtu (6/2/2016).

Ridwan memang sedikit berhati-hati melontarkan serangan itu. Dia menuturkan kalaupun Akom maju tak akan melanggar AD/ART partai. Namun demikian serangan tajam lain disertakan, yakni meminta Akom memilih salah satu apakah kursi Ketua DPR atau caketum Golkar.

"Andai mau jadi ketum Golkar, mundur dari ketua DPR supaya lebih fokus kerjanya sebagai ketua partai. Jadi bukan suka atau tidak suka atau larangan," kata anggota MKD DPR dari Golkar yang dekat dengan Setya Novanto ini.

Sontak saja loyalis Ade Komarudin meradang. Bambang Soesatyo yang belum lama ini terlibat perdebatan dengan Novanto cs gara-gara dirinya digeser dari kursi Sekretaris FPG DPR pun membela Akom. Bambang menyebut pernyataan Ridwan Bae itu sebagai pernyataan yang memecah belah Golkar.

"Siapa pun yang memimpin Golkar ke depan harus bersikpa ksatria dan bertarung secara demokratis di arena Munas. Dan bukan pemimpin ayam sayur yang memanipulasi demokrasi," kata Bambang Soesatyo.

Sadar dirinya diserang, Ade Komarudin yang akrab disapa Akom pun langsung mengklarifikasi. Dia menegaskan tak ada AD/ART Golkar yang melarang dirinya maju sebagai caketum Golkar.

"Setahu saya tidak ada aturan AD/ART, satu kata pasal mana pun, di mana Ketua DPR mencalonkan. Walaupun sampai saat ini saya mengatakan belum mencalonkan diri. Tidak ada dalam AD/ART," ujar Akom di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (7/2/2016).

Aburizal Bakrie dalam sambungan telepon sambung Akom, mengklarifikasi pernyataan Ridwan Bae yang menyebut ketua DPR tidak dapat maju dalam Munas.

"Beliau (Ical-red) mengatakan bahwa beliau sudah melakukan komunikasi dengan beberapa orang terkait isu tersebut," ujar Akom.

Namun sepertinya panasnya manuver kubu Novanto tak akan menyurutkan niat Akom maju sebagai caketum Golkar. Bahasa Akom sudah sangat khas bersayap dan penuh teka-teki.

"Saya menyampaikan ini, kalau ini mengalir saja. Kalau memang temen-temen menghendaki, kemudian saya punya kemaslahatan untuk Indonesia dan Golkar, saya akan bersikap pada saatnya. Tapi, tentu itu kan tergantung pada yang punya suara," katanya.

(van/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads