Komplotan Begal Sadis Pimpinan Kanit Diringkus Polisi, 2 Orang Masih Diburu

Komplotan Begal Sadis Pimpinan Kanit Diringkus Polisi, 2 Orang Masih Diburu

Mei Amelia R - detikNews
Senin, 08 Feb 2016 21:27 WIB
Komplotan Begal Sadis Pimpinan Kanit Diringkus Polisi, 2 Orang Masih Diburu
Barang bukti yang disita dari begal Komplotan Kanit (Foto: dok Resmob Polda Metro)
Jakarta - Komplotan begal asal Lampung yang kerap melakukan aksinya di Jakarta dan Karawang berhasil diringkus tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Pimpinan komplotan ini Helmi alias Kanit (19) juga ikut dibekuk aparat.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Eko Hadi Santoso mengatakan, para pelaku sudah melakukan aksinya puluhan kali di kawasan Jakarta dan Karawang.

"Menurut pengakuan para pelaku mereka sudah melakukan aksinya puluhan kali di Jakarta dan Karawang. Tetapi sejauh ini kami baru mendata ada 4 LP (laporan) terkait komplotan ini yang dilakukan di wilayah Jakarta," jelas Eko kepada detikcom, Senin (8/2/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komplotan ini terdiri dari kelompok pelaku pencurian yakni Helmi alias Kanit, Bandaryanshay alias Bat (20), Ipen (DPO) dan IS alias Kijing (DPO) serta kelompok penadahnya yakni Oman Saputra (28), Iwan alias Disi (28) dan Obih (29).

Barang bukti yang disita dari begal Komplotan Kanit (Foto: dok Resmob Polda Metro)

"Untuk pelaku pencuriannya ada 4 orang tetapi dua orang bernama Ipen dan Kijing belum tertangkap, sementara penadahnya ada 3 orang dari Karawang," ungkap Eko.

Komplotan ini ditangkap oleh tim Opsnal Unit V dipimpin Kompol Handik Zusen pada Jumat (5/2). Sempat terjadi baku tembak antara petugas dengan komplotan pelaku saat hendak dilakukan penangkapan.

"Saat itu, para tersangka kami bawa untuk pengembangan untuk menangkap tersangka Ipen selaku yang membawa senjata api dan Kijing di SPBU dekat Perumahan Mutiara Gading, Cakung, Jaktim," ungkap Eko.

Namun para tersangka mengetahui kedatangan petugas hingga akhirnya mereka berusaha melarikan diri dan terjadi baku tembak antara polisi dengan komplotan tersebut.

"Dalam baku tembak itu, tersangka Ipen jatuh dari motor akibat tertembak di bawah punggungnya, namun ia masih berhasil lolos dengan membonceng motor yang dikemudikan tersangka Kijing," lanjutnya.

Sementara itu, Handik menjelaskan modus operandi para pelaku adalah dengan menyisir lokasi yang menjadi sasaran. Mereka menyasar motor di parkiran umum atau halaman rumah.

"Selanjutnya para tersangka membobol kunci kendaraan dengan menggunakan Kunci Leter T," ujar Handik.

Barang bukti yang disita dari begal Komplotan Kanit (Foto: dok Resmob Polda Metro)

Komplotan ini mempersenjatai diri dengan senjata api yang dibawa tersangka Ipen. Mereka tidak segan-segan melukai bahkan menghilangkan nyawa korban yang menghalang-halangi aksi mereka.

"Setelah mendapat motor hasil curian, kemudian para tersangka menjualnya ke kelompok penadah asal Karawang," imbuh Handik.

Diduga para pelaku sudah melakukan aksinya puluhan kali. Tetapi sejauh ini polisi baru mengetahui ada 4 LP curanmor yang dilakukan para pelaku yakni di Cipayung, Jaktim, Kemayoran Jakpus, Tambora, Jakbar dan Jembatan Lima, Jakbar.

Dari para pelaku, polisi menyita barang bukti berupa 4 unit motor hasil curian, 4 unit handphone, 1 buah kunci pas, anak kunci letter T, kunci magnet duplikat dan 4 buah kunci duplikat. (mei/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads