Puluhan lampion dipajang di sekitar wihara. Lilin-lilin merah dinyalakan dan jemaah berdoa. Para jemaah yang mayoritas mengenakan baju merah tersebut datang sejak Minggu (6/2/2016) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masaul/detikcom |
"Umat mulai datang dari kemarin siang walaupun afdolnya pada sore hari. Puncak kedatangan umat pada pergantian hari dari pukul 00.00 WIB," tutur salah seorang jemaah, Yu Ie kepada detikcom di depan tempat membakar dupa (hiolo), Senin (8/2/2016).
Masaul/detikcom |
Yu Ie mengatakan, umat harus berdesakan dan antre beribadah saat puncak Imlek. Peribadatan dalam rangka perayaan Imlek akan berakhir dua minggu dari hari jatuhnya Tahun Baru warga Tionghoa tersebut.
Masaul/detikcom |
Wihara Dharma Bhakti terbakar pada Maret 2015 dan menyisakan 10 meja altar. Meski demikian jemaah tetap khusyu beribadah.
"Walaupun sebagian besar tempat ibadah kami terbakar, tapi ritual kami tidak terganggu. Gedung utama sudah direnovasi sedikit tapi yang bagian belakang belum," jelas Yu Ie.
Masaul/detikcom |
Menurut salah seorang pengurus wihara, jemaah masih akan datang hingga pukul 21.00 WIB. Jumlah mereka yang datang nantinya sekitar 5 ribu-9 ribu jemaah.
Puluhan polisi dan TNI berjaga-jaga di sekitar wihara. Mereka memeriksa jamaah yang masuk dan keluar wihara. Gong Xi Fa Cai! (nwy/trw)












































Masaul/detikcom
Masaul/detikcom
Masaul/detikcom
Masaul/detikcom