Ormas kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) itu baru saja menggelar Konferensi Wilayah XVII GP Ansor DKI. Gelaran acara untuk memilih Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI itu dibuka juga oleh Ahok di Balai Kota pada Jumat (5/2) kemarin. Ketua GP Ansor DKI yang baru, Abdul Aziz, menyatakan Ahk masuk radar GP AnsorΒ bersama nama-nama lainnya.
"Ada sejumlah nama dari kalangan birokrasi dan kalangan partai politik," kata Aziz saat berbincang dengan detikcom, Senin (8/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Termasuk Ahok, dia teman dekat Ansor," ujar Aziz.
Menurut Aziz, kinerja Ahok sudah menunjukkan performa yang baik. Ahok masih layak untuk terus melanjutkan kepemimpinannya di Jakarta. Ahok juga dinilainya sebagai tokoh yang amanah dan jujur, hanya saja Aziz menyatakan gaya bicara dan gaya kepemimpinan Ahok harus diperbaiki. Apa tak masalah GP Ansor yang berbasis Islam mendukung Ahok?
"Gus Dur (Abdurrahman Wahid) mengajarkan soal civil society, kalau dia mau berbuat baik untuk masyarakat maka jangan lihat agamanya," kata Aziz.
Tak masalah, menurut Aziz, bagi anggotanya untuk menjadi pendukung Ahok sebagi Gubernur DKI 2017. GP Ansor memahami Gubernur DKI hanyalah pelayan masyarakat dan pamong, bukan sebagai pemimpin keimanan rakyatnya.
"Seoal kepala daerah atau guberur, karena dia pelayan masyarakat, maka soal akidah dikembalikan ke masyarakat," kata Aziz yang juga anggota Fraksi PKB DPRD DKI ini.
Meski begitu, GP Ansor akan mengusahakan terlebih dahulu mencari calon gubernur dari kalangan yang seiman. Ada proses yang harus dilalui. GP Ansor DKI akan mengadakan Halaqah Alim Ulama Muda se-DKI.
Lewat agenda yang rencananya digelar Maret nanti itu, akan dijaring beberapa nama calon gubernur. Nantinya, hasil penjaringan akan direkomendasikan kepada semua fraksi partai di DPRD DKI untuk didukung.
(dnu/dnu)











































