Semangat Pariwisata NTB Terkendala Masalah Listrik

Semangat Pariwisata NTB Terkendala Masalah Listrik

Rina Atriana - detikNews
Senin, 08 Feb 2016 03:34 WIB
Semangat Pariwisata NTB Terkendala Masalah Listrik
Kadinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal (Foto: Rina Atriana/detikcom)
Mataram - Sektor pariwisata merupakan sektor penyumbang pendapatan ketiga terbesar bagi Nusa Tenggara Barat (NTB) setelah pertambangan dan pertanian. Oleh sebab itu, setiap persoalan di sektor ini terus coba dibenahi agar bisa berkontribusi lebih banyak lagi.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal, salah satu persoalan yang kerap menghambat optimalisasi pariwisata di NTB adalah soal listrik. Teknologi yang belum mumpuni membuat aliran listrik kerap bermasalah.

"Kita paling bermasalah dengan listrik. Transfer teknologinya tidak bisa nyambung dari PLN, katanya blowernya rusak dan harus ke Cina. Selama ini kita terkendala bahasa," kata Faozal saat ditemui di kawasan Taman Budaya, Mataram, NTB, Minggu (7/2/2015) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Memang sering bermasalah. Itu memang salah satu problem wisata di sini, apalagi di Gili, sangat tidak stabil pasokannya," lanjutnya.

Faozal mencatat, setidaknya ada 5.800 hotel di dalam resort di NTB yang butuh pasokan listrik yang stabil.

Mantan Kepala Museum NTB itu menambahkan, berdasarkan data BPS jumlah wisatawan yang datang ke NTB sepanjang 2015 ada 2,1 juta orang. Pemerintah daerah selanjutnya menargetkan kunjungan 3 juta wisatawan pada 2016.

"Kemarin itu (2015) sempat drop saat Gunung Barujari erupsi selama tujuh hari. Banyak booking hotel yang dibatalkan," imbuhnya.

Sementara itu Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang R Ratman mengatakan, tahun 2017 diharapkan ada perubahan yang signifikan terkait infrastruktur di NTB. Khususnya di Mandalika, tujuan wisata di Lombok yang masuk 10 destinasi prioritas promosi oleh pemerintah.

"Tahun 2017 kita harapkan ada perubahan yang signifikan. Dari sisi sarana prasarana terutama. Tahun 2017 kita harapkan bandaranya sudah jadi bandara internasional. Dalam artian diharapkan ada flight dari berbagai negara," papar Dadang di Mataram, Minggu (7/2).


(rna/dnu)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads