Pengamatan gerhana matahari total 18 Maret 1988 banyak terhalang cuaca buruk. Gerhana kali ini memang terjadi di pengujung musim hujan.
Warga Jambi termasuk yang tak beruntung. Padahal sejak pagi banyak yang sudah bersiap dengan baskom diisi air dan filter matahari buat menonton gerhana.
Melihat awan tebal, banyak yang bergegas masuk ke rumah dan menghidupkan televisi. "Wah TVRI tidak menyiarkan gerhana matahari,"kata Pak Min, warga Broni, Jambi, seperti dilansir Antara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(Baca juga: Kisah di Balik Siaran Langsung Gerhana Matahari Total 1983)
Sementara itu penggiat stasiun radio amatir Jambi memilih memantau gerhana dengan mendengarkan informasi prosesnya dari stasiun amatir di Bangka. Komunikasi juga dilakukan dengan stasiun radio amatir di Pontianak.
Cuaca di Jambi baru berangsur cerah menjelang gerhana berakhir. Tahun ini gerhana matahari kembali melintasi Indonesia pada 9 Maret 2016 dan penduduk Jambi berkesempatan melihatnya lagi.
(okw/dnu)











































