Gunung Soputan Letuskan Material Vulkanik Sebanyak 4 Kali

Gunung Soputan Letuskan Material Vulkanik Sebanyak 4 Kali

Rivki - detikNews
Minggu, 07 Feb 2016 18:28 WIB
Gunung Soputan Letuskan Material Vulkanik Sebanyak 4 Kali
Foto: Dok BNPB
Jakarta - Gunung Soputan di Sulawesi Utara kembali beberapa kali menyemburkan Material vulkanik. BNPB mengimbau masyarakat yang berjarak 4 kilometer dari Gunung Soputan tidak beraktivitas sementara.

"Letusan stromboli terjadi beberapa kali  pada pukul 01.06; 02.04; 03.11 dan 03.20 Wita dengan tinggi 200 sampai 1.000 meter dari puncak kawah," ujar Humas BNPB Sutopo Purwonugroho dalam siaran pers, Minggu (7/2/2016).

Sutopo mengabarkan, luncuran awan panas juga teramati hingga 2.000 meter ke timur. Terdengar suara gemuruh dan asap tebal warna keabu-abuan dengan tinggi 2.500 meter ke arah barat. Tremor letusan menerus dengan amplitudo maksimum 41 mm yang mengindikasikan bahwa dorongan magma dari perut gunung cukup besar. Potensi untuk meletus kembali masih tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Letusan ini juga menimbulkan hujan abu. Sutopo mengatakan daerah terdampak hujan abu meliputi Kecamatan Pasan, Kecamatan Tombatu, Kecamatan Tombatu Timur, Kecamatan Tombatu Utara, Kecamatan Tombatu, Kecamatan Belang, Kecamatan Ratatotok. Sedangkan hujan abu yang cukup tebal di Kecamatan Pasan dan Kecamatan Tombatu Timur.

BPBD Minahasa Tenggara telah mendirikan 3 posko di Kecamatan Tombatu Timur, Kecamatan Pasan  dan Kecamatan Belang. BPBD telah membagikan masker kepada masyarakat. BPBD Provinsi Sulawesi Utara merapat dengan membawa masker dan berkoordinasi dengan BPBD Kab Minahasa Tenggara. Kebutuhan mendesak adalah tambahan masker, air bersih dan makanan siap saji.

"Hingga saat ini belum perlu ada pengungsian. PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat di dalam radius 4 km, dan sektoral arah barat-barat daya sejauh 6,5 km. Permukiman paling dekat berada pada radius 8 km. Status masih Siaga (level III). Masyarakat diimbau tetap tenang tidak terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan. Potensi erupsi masih tetap tinggi. Namun tetap aman jika masyarakat mematuhi rekomendasi dari pemerintah," tutup Sutopo.

(rvk/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads