"Letusan stromboli terjadi beberapa kali pada pukul 01.06; 02.04; 03.11 dan 03.20 Wita dengan tinggi 200 sampai 1.000 meter dari puncak kawah," ujar Humas BNPB Sutopo Purwonugroho dalam siaran pers, Minggu (7/2/2016).
Sutopo mengabarkan, luncuran awan panas juga teramati hingga 2.000 meter ke timur. Terdengar suara gemuruh dan asap tebal warna keabu-abuan dengan tinggi 2.500 meter ke arah barat. Tremor letusan menerus dengan amplitudo maksimum 41 mm yang mengindikasikan bahwa dorongan magma dari perut gunung cukup besar. Potensi untuk meletus kembali masih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BPBD Minahasa Tenggara telah mendirikan 3 posko di Kecamatan Tombatu Timur, Kecamatan Pasan dan Kecamatan Belang. BPBD telah membagikan masker kepada masyarakat. BPBD Provinsi Sulawesi Utara merapat dengan membawa masker dan berkoordinasi dengan BPBD Kab Minahasa Tenggara. Kebutuhan mendesak adalah tambahan masker, air bersih dan makanan siap saji.
"Hingga saat ini belum perlu ada pengungsian. PVMBG merekomendasikan agar tidak ada aktivitas masyarakat di dalam radius 4 km, dan sektoral arah barat-barat daya sejauh 6,5 km. Permukiman paling dekat berada pada radius 8 km. Status masih Siaga (level III). Masyarakat diimbau tetap tenang tidak terpengaruh oleh isu-isu yang menyesatkan. Potensi erupsi masih tetap tinggi. Namun tetap aman jika masyarakat mematuhi rekomendasi dari pemerintah," tutup Sutopo.
(rvk/nrl)











































