Tapi syarat yang diembuskan Ridwan Bae ini langsung ditepis Aburizal Bakrie, ketum Golkar hasil Munas Bali. Ical melalui grup WhatsApp Fraksi Golkar, menegaskan, Akom berhak maju dalam Munas.
Klarifikasi dari Ical soal pemilihan ketum disampaikan politikus Golkar Misbahkhun. "Ini baca sendiri di pesan WhatsApp Fraksi Golkar. Ini ada semua di sini. Ada Pak Novanto, Pak Ridwan Bae. Pak Ketum bicaranya Pak Akom boleh maju. Lebih bagus bisa bersaing," tutur Misbakhun di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Minggu (7/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadinya memang enggak ada masalah dari Pak Ical. Di dalam AD/ART itu enggak ada peraturan seperti itu," tutur Misbakhun.
Sebelumnya, Ketua Paguyuban DPD I Golkar Ridwan Bae menyebut Akom bisa maju dalam Munas mendatang namun dengan syarat harus mundur sebagai Ketua DPR. Hal ini mengacu suara DPD I dalam forum silaturahmi di Nusa Tenggara Barat.
"DPD I berpandangan tidak formal bahwa kalau gitu Akom boleh maju. Tapi, keluar dulu dari Ketua DPR," kata Ridwan Bae saat dihubungi, Sabtu (6/2). (hty/fdn)











































