Dubes RI: Kecintaan pada Indonesia Tidak Dibatasi Agama atau Paspor

Laporan dari AS

Dubes RI: Kecintaan pada Indonesia Tidak Dibatasi Agama atau Paspor

Shohib Masykur - detikNews
Minggu, 07 Feb 2016 13:47 WIB
Dubes RI: Kecintaan pada Indonesia Tidak Dibatasi Agama atau Paspor
Foto: Shohib Masykur
Jakarta - Kecintaan terhadap Indonesia tidak boleh dibatasi oleh status kewarganegaraan atau agama seseorang. Meski telah lama tinggal di negara lain dan menjadi warga negara tersebut, serta terlepas dari apapun agamanya, Diaspora Indonesia hendaknya tetap mencintai tanah air.

Demikian pesan yang disampaikan oleh Dubes RI untuk AS, Budi Bowoleksono, dalam acara Malam Ramah Tamah Komunitas Kristen-Katolik Indonesia di Washington DC, AS, Sabtu (6/2/2016).

"Saya berulang kali bilang, kecintaan kita kepada Indonesia jangan dibatasi pada kelompok, agama, apalagi paspor," pesan Dubes yang akrab disapa Sonny tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, umat Kristiani punya peran yang sama sama dengan umat agama lain dalam merajut tali persaudaran dan kecintaan di antara orang Indonesia yang tinggal di AS. Selain itu, mereka juga berperan dalam mempromosikan Indonesia sebagai negara multikultur yang menghargai semua agama.

"Umat Kristiani di AS ini punya peran penting sebagai bagian dari mozaik Indonesia untuk mempromosikan apa yang kita lakukan di Indonesia, yaitu bahwa sebagai negara penduduk muslim terbesar di dunia tapi kita menghormati semua agama. Semua hari besar agama kita rayakan, kita hormati. Berkali-kali saya sampaikan hal ini ke berbagai kalangan di Amerika, termasuk di Kongres. Sampai saat ini saya sudah bertemu dengan kurang lebih seratus angota Kongres," tutur Dubes Sonny.

Dia melanjutkan, tidak bisa dipungkiri bahwa masalah masih tetap ada, seperti dialami oleh kalangan minoritas serupa gereja Yasmin dan Ahmadiyah. Namun hal itu tidak menghapus fakta bahwa Indonesia menghargai semua agama.

"Memang bukannya tanpa masalah, seperti yang terjadi dengan gereja Yasmin dan Ahmadiyah. Tapi dimanapun pasti ada masalah, dan masalah itu harus kita atasi," kata Dubes Sonny.

Pendeta Raymond dari International Bethany Community Church mengamini pesan tersebut. Menurutnya, umat Kristiani bisa berperan sebagai sumber inspirasi nilai-nilai kebaikan dan perdamaian yang menjadi kepanjangan tangan nilai-nilai keindonesiaan.

"Kita perlu tingkatkan perdamaian di antara sesama, saling mengasihi satu sama lainnya baik itu sesama umat Kristiani maupun dengan umat agama lain. Nilai ini kalau kita kembangkan kita bisa jadi berkat buat bangsa ini," ujarnya. (mnb/mnb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads