Demikian pesan yang disampaikan oleh Dubes RI untuk AS, Budi Bowoleksono, dalam acara Malam Ramah Tamah Komunitas Kristen-Katolik Indonesia di Washington DC, AS, Sabtu (6/2/2016).
"Saya berulang kali bilang, kecintaan kita kepada Indonesia jangan dibatasi pada kelompok, agama, apalagi paspor," pesan Dubes yang akrab disapa Sonny tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Umat Kristiani di AS ini punya peran penting sebagai bagian dari mozaik Indonesia untuk mempromosikan apa yang kita lakukan di Indonesia, yaitu bahwa sebagai negara penduduk muslim terbesar di dunia tapi kita menghormati semua agama. Semua hari besar agama kita rayakan, kita hormati. Berkali-kali saya sampaikan hal ini ke berbagai kalangan di Amerika, termasuk di Kongres. Sampai saat ini saya sudah bertemu dengan kurang lebih seratus angota Kongres," tutur Dubes Sonny.
Dia melanjutkan, tidak bisa dipungkiri bahwa masalah masih tetap ada, seperti dialami oleh kalangan minoritas serupa gereja Yasmin dan Ahmadiyah. Namun hal itu tidak menghapus fakta bahwa Indonesia menghargai semua agama.
"Memang bukannya tanpa masalah, seperti yang terjadi dengan gereja Yasmin dan Ahmadiyah. Tapi dimanapun pasti ada masalah, dan masalah itu harus kita atasi," kata Dubes Sonny.
Pendeta Raymond dari International Bethany Community Church mengamini pesan tersebut. Menurutnya, umat Kristiani bisa berperan sebagai sumber inspirasi nilai-nilai kebaikan dan perdamaian yang menjadi kepanjangan tangan nilai-nilai keindonesiaan.
"Kita perlu tingkatkan perdamaian di antara sesama, saling mengasihi satu sama lainnya baik itu sesama umat Kristiani maupun dengan umat agama lain. Nilai ini kalau kita kembangkan kita bisa jadi berkat buat bangsa ini," ujarnya. (mnb/mnb)











































