Hal itu dikatakan SBY saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama masyarakat Aceh se-Jabodetabek. Acara yang digagas oleh Yayasan Sirajul Mudhi Al-Aziziyyah ini dilaksanakan di Komplek Perumahan DPR RI, Kalibata.
"Dalam perjalanan panjang rasul memimpin hijrah, mengubah zaman dari jahiliyah ke zaman penuh cahaya iman, nabi selalu mengajak semuanya, tidak pernah punya pikiran mengesampingkan," kata SBY di aula serbaguna Komplek Perumahan DPR RI di Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (6/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
"Aceh tak hanya harus menjaga kedamaian namun juga harus menjadi Aceh yang semakin sejahtera, adil dan juga memiliki masa depan yang semakin baik," ujarnya.
SBY lantas menceritakan pengalamannya saat menangani konflik Aceh. Konflik Aceh sempat pasang surut, namun akhirnya berhasil diselesaikan.
"Saya masih ingat ketika selama 5 tahun sejak tahun 2000-2005, berakhirnya konflik diantara kita setelah berlangsung 32 tahun kita mengalami masa pasang surut. Banyak yang mengatakan tidak mungkin (konflik Aceh berakhir) tapi ternyata berhasil," katanya.
SBY meminta para warga Aceh agar menjaga perdamaian. Jangan sampai konflik Aceh yang telah berakhir, muncul kembali.
"Mari kita jaga baik-baik. Pemimpin juga jangan terpengaruh. Semua harus menjaga perdamaian," imbaunya.
(khf/jor)












































