Acara Tourgazm diisi dengan berbagai pertunjukan kesenian serta sosialisasi pariwisata dan kebudayaan Indonesia. Ada juga berbagai macam stand Nusantara yang menampilkan produk-produk khas dalam negeri, pariwisata, kuliner dan budaya.
![]() |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tissa menjelaskan, acara ini tak hanya dihadiri oleh peserta LPDP PK 54 yang berjumlah 118 orang, namun juga dari kalangan mahasiswa, komunitas budaya, komunitas backpacker dan masyarakat umum. Berbagai lomba telah diselenggarakan sebelumnya seperti lomba fotografi yang mengangkat tema 'kekayaan zamrud khatulistiwa' dan kompetisi menulis blog yang mengusung tema 'makna dari sebuah perjalanan'.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, Igde Pitana dalam sambutannya mengatakan, siapapun yang akan pergi ke luar negeri, harus membawa nama baik Indonesia. Apapun mereka, baik belajar ataupun bekerja, diminta untuk menjaga nama bangsa.
"Bagi saya, setiap orang Indonesia yang ke luar negeri harus menjadi duta bangsa," ujarnya.
Ia mengimbau, setiap WNI yang berada luar negeri, harus memberikan penjelasan yang baik mengenai kondisi Indonesia kepada para warga negara asing. Jangan sampai penjelasan yang diberikan justru membuat warga asing enggan berkunjung ke Indonesia.
"Seperti misalnya kalau ditanya, Indonesia banyak bom ya? Katakan saja bahwa di Paris juga ada bom, Australia juga ada bom. Jangan membuat mereka takut datang ke Indonesia," tutur pria asal Bali ini.
(khf/faj)











































