Biasanya, kata dia, pelajar hanya melihat gerhana di buku pelajaran. Ada gambar bulan yang menutupi matahari.
Tahun ini, murid berkesempatan melihat secara secara langsung. "Saya harapkan, semua siswa, semua guru dapat belajar dari fenomena alam yang langka ini," kata Hamid ketika ditemui detikcom, Jumat (5/2/2016)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tahun lalu, Kemendikbud mengadakan International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA) di Candi Borobudur, Jawa Tengah. Saat itu pesertanya mencapai 40 negara dan siswa Indonesia yang ikut pun lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Peminat jurusan astronomi di perguruan tinggi pun terus meningkat. "Ditambah dengan gerhana ini, semoga semakin banyak yang suka astronomi," ujarnya.
Hamid juga mengapresiasi adanya komunitas astronomi yang mengajarkan gerhana matahari ke sekolah-sekolah. "Bagus itu," ujarnya.
(Baca juga: Astronom Amatir Gencar Sosialisasi Gerhana Matahari ke Sekolah di Makassar)
(okt/fjp)











































