Kapolres Simeulue, AKBP Edi Bastari, mengatakan, penangkapan boat nelayan berukuran enam Gross Tonnage (GT) itu berawal dari informasi nelayan di perairan Simuelue. Boat asal Banda Aceh itu disergap sekitar dua mil dari bibir pantai Sinabang, ibukota Simeulue.
"Penangkapan dipimpin Kepala Bidang Operasi (KBO) Polair Polres Simeulue dan dibantu nelayan setempat," kata Edi, Jumat (5/2/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski boat berukuran kecil, namun memiliki sejumlah peralatan canggih seperti GPS. Alat tersebut digunakan untuk mengetahui titik yang paling banyak ikan.
Kelima awak kapal adalah D (56) asal Sibolga yang bertugas sebagai kapten, M (40) warga Simeulue, dan En (34), AP (30), WS (45). Ketiganya merupakan asal Sumatera Utara. Mereka hingga kini masih diperiksa polisi.
"Mereka masih kita mintai keterangan," jelas Edi. (imk/imk)











































