Komandan Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Purworejo, Salman, menceritakan bahwa sejak Jumat (5/2) sore pukul 15.00 WIB, hujan deras mengguyur wilayahnya. Selang dua jam kemudian, dilaporkan ada tanah longsor.
"Pukul 17.00 WIB dilaporkan ada tanah longsor di Desa Penungkulan Rt.03 Rw.04, Kecamatan Gebang. Peristiwa tanah longsor itu menimpa tiga rumah milik warga yang kebetulan berdekatan dengan pinggiran tebing," tutur Salman kepada detikcom, Sabtu (6/2/2016) dini hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mengerahkan dari tim SAR Purworejo, BPBD, TNI, Polisi kemudian dalam perjalanan menuju ke lokasi dari tanggap darurat Magelang dan Basarnas Cilacap. Personel untuk tim SARnya sebanyak 60 orang," jelasnya.
Salman menuturkan sulitnya medan yang harus mereka lalui. Jumlah korban dalam peristiwa ini sebanyak 12 orang. Lima orang berhasil diselamatkan dan dalam kondisi sehat. Namun tujuh orang dinyatakan hilang dalam peristiwa tersebut.
"Medan sulit dilalui karena hanya satu jalur, lumayan sulit karena jalan beton dan lokasinya di pinggiran tebing," kata Salman.
"Saat ini masih proses pencarian tujuh orang, yaitu Amat Sarengat (80), Salimah (60), Triyanto (9), Sumini (80), Suprapti (45), Fitri, (16), Erni Yulianti (8). Saat ini belum ada yang ditemukan," ujarnya.
Dirinya menjelaskan setiap pagi timnya selalu memberikan peringatan soal cuaca. Namun kondisi alam Purworejo memang rawan longsor.
"Kita setiap pagi selalu memberikan peringatan untuk keadaan cuaca, pagi tadi pun sudah memberikan imbauan bila pada sore dan malam hari akan hujan. Hal itu kita sampaikan. Peristiwa ini terjadi bukan karena kecolongan namun karena 60 persen wilayah Purworejo pegunungan dan rawan longsor," pungkasnya. (imk/imk)










































