Cerita Ahok di Depan GP Ansor: PKB Pernah Jadi Partai Kereta Basuki

Danu Damarjati - detikNews
Jumat, 05 Feb 2016 20:47 WIB
Foto: Danu Damarjati/detikcom
Jakarta - Gubernur DKI Basuki T Purnama (Ahok) punya pengalaman didukung partai berbasis agama, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sampai-sampai PKB pernah diplesetkan dari singkatan aslinya.

"Dulu PKB singkatan dari 'Partai Kereta Basuki'," kata Ahok disambut gelak tawa sekitar 200 orang di Balai Agung, Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (5/2/2016).

Ahok berbicara dalam sambutan pembukaan Konferensi Wilayah XVII Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jakarta. GP Ansor merupakan ormas Nahdlatul Ulama (NU), sedangkan PKB adalah partai yang lekat pula dengan NU.

Ahok menuturkan akronim plesetan PKB itu muncul saat sedang hangat-hangatnya menjalin hubungan dengan PKB. Ahok juga pernah maju sebagai calon gubernur Bangka Belitung pada 2007 lampau. Meski saat itu akhirnya kalah, namun Ahok sempat didukung oleh tokoh besar NU Abdurrahman Wahid (Gus Dur), yang juga tokoh PKB.

"Waktu itu kampanye juga lucu sekali, ada selebaran Gusdur Kyai Palsu, karena mendukung kafir menjadi Gubernur (Bangka Belitung)," kata Ahok menceritakan soal kampanye hitam saat itu.

Ahok juga pernah nyaris menjadi calon anggota legislatif dari PKB, partai yang lekat dengan NU. Ahok mengaku akrab dengan elite PKB. Namun itu tak jadi dilakukan karena saat itu PKB dilanda perpecahan.

"Saya hampir menjadi caleg DPR dari PKB setelah gagal gubernur. Tapi tidak jadi, karena Muhaimin (Iskandar) dan Mbak Yenny (Wahid) pecah. Bingung ikut ke mana," kata Ahok.

(dnu/fjp)