Emron Pangkapi: Semoga Allah Tak Mengazab PPP

Emron Pangkapi: Semoga Allah Tak Mengazab PPP

Jabbar Ramdhani - detikNews
Jumat, 05 Feb 2016 19:54 WIB
Emron Pangkapi (berbatik biru). Foto: Bagus Prihantoro Nugroho/Detikcom
Jakarta - Plt Ketum PPP Emron Pangkapi khawatir dengan kondisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Jika konflik tak selesai dalam waktu dekat, Emron khawatir partainya hanya jadi penonton di Pilkada 2017.

"Agenda partai tahun ini dan tahun depan sangat banyak dan padat. Apabila partai kita tidak mampu menyelesaikan persoalan internal, maka sungguh saya susah membayangkan apa yang akan terjadi di depan," ucap Plt Ketum PPP Emron Pangkapi kepada wartawan, Jumat (5/2/2016).

Emron prihatin dengan kondisi belum adanya kesatuan pendapat di tubuh partainya. Selain itu juga belum didapatkannya pengakuan dari Pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dan jangan-jangan ini adalah kesempatan terakhir kita untuk membina partai ini. Jika kita tidak bangkit untuk menyelamatkan partai ini, apa yang akan dilakukan partai kita ketika Indonesia akan menjalankan agenda-agenda nasionalnya," ucap Emron.

"Tahun depan akan ada pilkada serentak. Akan ada pemilihan gubernur, bupati, se-Indonesia. Apakah partai kita akan menjadi penonton di empat bulan lagi?" tambahnya.

Emron meminta kepada para kader partai untuk menjadikan para senior sebagai panutan. Karena menurutnya, para senior partai tidak perlu diragukan kredibilitasnya, serta kemampuan menerjemahkan AD/ART partai.

Jika terus larut dalam konflik internal, Emron bahkan waswas jika nantinya PPP berujung dengan bubar. Kekhawatiran ini disebutnya sebagai azab dari Allah SWT.

"Partai yang didirikan oleh para pemuka agama ini bisa saja mati. Semoga Allah tidak memberikan azab kepada partai ini. Karena ini sebagai alat perjuangan umat," ujarnya. (tor/tor)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads