"Saya mah nggak pernah takut. Waktu Pilkada di Kota Bandung ya saya mulai dengan 6 persen melawan incumbent 30 persen," ucap Kang Emil usai rapat terbatas soal sampah bersama Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (5/2/2016).
"Kalau takut melihat statistik saya nggak maju. Ah iseng-iseng berhadiah euy. Jadi di akhir proses (Pilkada Bandung), saya 45 persen, incumbent turun 17 persen. Jadi bukan soal takut nggak takut," imbuhnya soal tingginya elektabilitas Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi belum ada keputusan yang pasti. Jadi semua yang meminta bertemu saya datangi, saya dengarkan aspirasinya. Warga Bandung yang menolak juga saya dengerin, saya denger argumentasinya. Itu lagi proses," papar wali kota yang juga arsitek itu.
Tak hanya itu, Kang Emil juga mengaku sudah bertemu dengan beberapa tokoh partai untuk membicarakan soal Pilgub DKI. Mulai dari Prabowo, Aburizal Bakrie, DPP PKS dan lainnya. Tapi Emil belum memutuskan, karena masih ingin menuntaskan akhir masa jabatan di Bandung.
"Nah makanya masukan saya ke Mendagri kalau bisa Pilkada itu benar-bener serentak, suapaya kami-kami ini startnya sama berakhirnya juga sama," ujarnya.
"Jadi nggak ada dilema-dilema kurang setahun (nggak ada). Harusnya semua sama, karena ini menjadi dilema saya. Kalau saya maju saya belum selesai di Bandung kan. Ini yang jadi problem moral saya," imbuh pemilik akun instagram @ridwankamil itu. (bal/imk)











































