Dalam rapat persiapan yang digelar di kantor LAPAN Bandung, Jl Djunjunan, Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/2/2016) kemarin, sejumlah unsur sibuk mempersiapkan rencana penelitian dan live streaming untuk Gerhana Matahari nanti. Ada tim dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Telkom, Kementerian Komunikasi dan Informatika, PT Pos Indonesia, termasuk juga tim dari observatorium Bosscha, Imah Noong, hingga komunitas astronomi seperti Langit Selatan dan Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ).
Rapat koordinasi LAPAN (Foto: Rachmadin Ismail/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini koordinasi saja, untuk memudahkan proses pemantauan dan live streaming nanti," terang Clara kepada detikcom.
Dalam rapat tersebut, setiap instansi dan komunitas melaporkan persiapan masing-masing sebelum hari H. Tim juga mendata lokasi dan titik koordinat pemantauan di masing-masing daerah.
Kepala LAPAN Thomas Djamaluddin sebelumnya mengatakan, pengamatan akan dilakukan di 11 provinsi. Mulai dariย Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Babel, Kalbar, Kalteng, Kalsel, Kaltim, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara.
Selain pengamatan, LAPAN juga bekerjasama dengan Kemendikbud dan Kementerian Pariwisata untuk melakukan edukasi dan promosi wisata gerhana. Pemerintah memperkirakan akan ada lima juta wisatawan lokal yang menikmati gerhana 2016 di 11 lokasi di Indonesia. Menteri Pariwisata Arief Yahya juga menargetkan 100 ribu turis asing dari mancanegara datang menyaksikan gerhana di Indonesia. Lewat promosi Kemenpar, saat ini hunian hotel di lokasi-lokasi tersebut sudah nyaris terisi penuh. (mad/slh)












































Rapat koordinasi LAPAN (Foto: Rachmadin Ismail/detikcom)