Adhyaksa sendiri yang menyatakan tak ada lawan yang berat baginya. Ya walaupun bagaimana hasil akhirnya sangat tergantung suara masyarakat DKI Jakarta di Pilgub DKI 2017 nanti.
"Saya dengar Pak Yusril akan maju juga, saya dengar begitu ya kita lihat saja. Nggak ada yang beratlah lawan, kita tenang saja, yang penting kita realistis," ucap Adhyaksa di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Jumat (5/2/2016).
Adyaksa datang ke Istana untuk bertemu Presiden Joko Widodo dalam kapasitasnya sebagai Ketua Kwartir Nasional Pramuka. Dia didampingi beberapa pengurus Kwarnas Pramuka lainnya.
Adhyaksa lantas mengungkap strategi yang bakal dipakainya untuk menghadapi cagub incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Yusrli yang sudah bicara mau maju di Pilgub DKI.
DIa akan memakai strategi perang ala ahli strategi perang di era China kuno, Jenderal Sun Tzu. "Pakai ilmu Sun Tzu: kenali dirimu, kenali lawanmu, seribu kali kali perang seribu kali menang," jelasnya.
Bagi Adhyaksa peluang jadi Gubernur DKI masih terbuka lebar. "Ada peluang kecuali kayak Bu Risma popularitas 100 persen, elektabilitas 85 persen. Siapa yang mau lawan," ujar Adhyaksa yang sempat adu argumen soal hasil survei cagub DKI yang dirilis CSIS dengan Ahok itu.
Lalu apa merasa ada masalah atau marah dengan Ahok gara-gara survei itu?
"Enggaklah, Pak Ahok itu adik saya. Beliau itu adik saya, kan adik umur juga, adik kelas juga. Sudahlah kita berteman baik-baiklah," jawabnya. (van/nrl)











































