KRI Usman-Harun Latihan dengan Kapal Perang 3 Negara di Samudera Hindia

Nograhany Widhi K - detikNews
Jumat, 05 Feb 2016 15:44 WIB
Foto: TNI AL
Jakarta - KRI Usman-Harun latihan dengan kapal perang 3 negara lain di Samudera Hindia. KRI Usman-Harun juga bertukar awak dengan kapal perang Australia.

Berlatih bersama KRI Usman-Harun 359 adalah kapal perang dari 3 negara yakni HMAS Darwin 04 dari Australia, KD LEKIR 26 dari Malaysia dan VPN Dinh Tien Hoang-011 dari Vietnam.

Dalam pelaksanan latihan formasi manuver taktis kapal, berbagai serial  latihan secara bersama-sama di antaranya: latihan komunikasi radio check, plotting target permukaan, latihan peran penanggulangan kapal, peran kebakaran, pertukaran personel militer di tengah laut, latihan isyarat lampu dan isyarat  bendera. Latihan tersebut digelar dalam perjalanan di Samudera Hindia menuju India, pada Halu kapal 285, Cepat 12 Knot, Posisi 0619530 N, 093°58,482 E.  

"Latihan kali ini bertujuan untuk melatih dan mengasah ketrampilan pajurit serta profesionalitas para ABK KRI di bidang pertukaran informasi pengalaman serta dalam mengawaki alutsista KRI dan peralatan tempurnya," ujar Komandan Satgas Pelayaran Muhibah IFR India 2016 Kolonel Laut (P) Heri Triwibowo di sela latihan seperti siaran pers TNI AL yang diterima detikcom, Jumat (5/2/2016).

Dalam latihan ini KRI Usman-Harun mengirimkan delegasi utusan 3 personel prajuritnya yang terdiri dari perwira, bintara dan tamtama onboard untuk  berlatih di kapal Australia HMAS Darwin 04 selama latihan peran di laut. Begitu pula sebaliknya delegasi HMAS Darwin 04 mengirimkan delegasinya untuk belajar dan mengenali profil KRI Usman Harun-359 lebih dekat.

KRI Usman-Harun merupakan kapal patroli lepas pantai jenis korvet. Kapal kapal perang MRLF tersebut tiba di Indonesia pertengahan bulan September 2014. Penamaan kapal perang ini sempat memicu protes dari Singapura karena bagi Singapura, Usman-Harun adalah pelaku pemboman di negerinya di masa konfrontasi. Tapi bagi Indonesia, Usman-Harun adalah pahlawan.

Kesenjataan canggih melengkapi KRI Usman-Harun dan didukung oleh platform system seperti radar navigasi dan radar surveillance untuk mendukung pengamatan udara, serta radar tracker senjata untuk mengendalikan arah dan elevasi secara akurat terhadap sasaran. Meriam 76 mm Otomelara Super Rapid Gun (OSRG) dan 30 mm di lambung kanan dan kiri kapal yang dapat berperan sebagai CIWS (Close in Weapon System) jika ada bahaya udara mengancam kapal tersebut.
(nwk/nrl)